Senin, 06 Pebruari 2012  - 7 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


25.07.2007 13:00:46 782x dibaca
BISAKAH MENJADI BRUDER YANG INSPIRATIF ?
Oleh Th. Enik Mutiarsih

Ketika jemariku menyentuh huruf-huruf keyboard komputer untuk menyusun tulisan ini , pikiranku melayang kepada sahabat-sahabatku para bruder yang telah banyak membagikan keiklasan tanpa mereka sadari. Satu persatu kuingat lagi mereka seperti Br. Guido Sukarman yang dulu sering menasehati, Br. Anton Hadiwardoyo yang menempatkanku di Muntilan sampai aku menemukan hidupku di kota kecil ini. Juga Br. Romi, Br. Ag Marjito yang imut dan selalu menyapa anakku ketika dia menyusulku ke sekolah. Br.Agus Sekti dengan banyolannya yang amat mengena hingga anakku ingin menjadi bruder,Br. Albertus Suwarto yang memberi kesempatan berkembang dan Br. Dion yang kata anakku seperti pemain sepak bola (maklumlah anakku penggemar sepak bola).

Menjadi Bruder FIC atau apapun kongregasi/ordo yang dipilihnya memang sebuah panggilan Ilahi yang seharusnya menjadi suatu kebanggaan. (Itu kalau disadari lho) Sahabatku para bruder ini pastilah berkarya disuatu tempat entah disekolah Pangudi Luhur, unit-unit karya FIC non pendidikan atau diluar komunitas FIC karena memang tenaga dan potensinya dibutuhkan disana. Bisa dipastikan tempat berkarya para bruder senantiasa berelasi dengan banyak orang,karena Roh Allah telah menggoreskan dalam hati sahabat-sahabatku ini untuk belajar rela dalam tugas pelayanan . Sang Khalik dengan halusnya menggemakan suara hati bahwa hidup manusia di dunia ini adalah sebuah "misi spiritual". Seberat apapun jalan terjal dan batu-batu yang melukai kaki hingga berdarah saat melewati jalan kesedihan,itulah konsekuensi untuk mewujudkan misi spiritual.

Tuntutan kekinian seorang bruder bukan hanya menjaga misi spiritual ditengah derasnya arus tawaran dunia yang menggiurkan, tetapi satu hal yang lebih disadari adalah misi kepemimpinan . Bukan pemimpin dalam arti jabatan struktural yang tertulis, tetapi lebih pada kepemimpinan hatinya.kematangan motivasi dan keiklasan dalam berkarya. Sebab setiap pekerjaan , sapaan dan senyuman yang dilakukan dengan ikhlas pastilah menjadi inspirasi bagi orang lain . Kita tak akan ingat berapa banyak orang yang kita jumpai setiap hari karena memang mereka tak mampu menyentuh hati. Akan tetapi kita akan selalu mengingat-ingat orang -orang tertentu yang mampu menyentuh hati kita sampai usia meninggalkan raga ini. Sesuatu yang dilakukan hanya dengan pikiran akan cepat dilupakan namun sesuatu dilakukan dengan hati yang tulus akan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Tuntutan zaman ini adalah menjadi insipirasi bagi orang lain dengan kepemimpinan hati.

Komunitas tempat tinggal kita akan menjadi "rumah kebahagiaan" ( mengutip tulisan Br. Yoh. Krismanto ) jika masing-masing pribadi sedikit menurunkan egonya kemudian membagikan hati kita untuk menyapa dan saling mengisi. Beberapa orang terbukti memang memiliki kepemimpinan hati yang mempu memberi insipirasi bagi banyak orang.

Aku teringat anakku yang kini di kelas VI Sekolah dasar. Suatu sore dia menanyakan sahabatnya yang katanya seorang bruder. "Bu , Bruder Marjito sekarang dimana..? " Kok kamu masih ingat Br. Jito, Le, " tanyaku. " Dulu jika aku menyusul ibu ke sekolah aku sering diajak ngobrol sama Br. Jito. Aku ingat mesti jika dipanggilnya Le, le, le ke sini. Terus aku diajak ngobrol, kadang guyon . Aku pernah dikasih buku, pengsil penghapus, terus apalagi yach ? anakku diam sebentar lalu meneruskan kata-katanya yang terputus.

" Bu nanti aku menjadi bruder saja. tidak jadi romo, ibu memperbolehkan? katanya. Aku tida menjawab, dalam hati aku berkata, " Wah siap masuk panti Jompo". Kemudian aku kembali pada keikhlasan bahwa anak-anak bukanlah milikku sepenuhnya. Mereka milik dirinya sendiri. Mungkin dari sekarang aku harus belajar melepaskan segala sesuatu yang bukan menjadi milikku . Apapun itu dan siapapu dia. tugas hidupku adalah mewujudkan misi spiritual , sampai ragaku menjadi rumah kebahagiaan bagi jiwaku dan ank-anakku.

Ingatanku melayang pada sosok bruder yang pada sosok bruder yang dengan kesederhanaannya mampu menanamkan nilai kebaikan (keramahan dan ketulusan) kepada anak kecil tanpa pernah ingin disanjung dan dikagumi. Akan tetapi dengan hatinya dia memberi sapaan meski tampak sepele. itulah sebuah ketulusan. Keikhlasan dalam bekerja, dalam berelasi dengan orang lain ( memang tidak ada rumusan yang tepat) dan sebuah keikhlasan yang biasanya menjadi musuhnya adalah egoisme. Ada banyak hal yang menarik mata kita , tetapi sedikit sekali yang mampu menarik hati kita. Maka kejarlah segala sesuatu yang menarik hatimu untuk mewujudkan misi spiritualdi dunia ini.

Setiap orang ingin dihargai , disanjung, dikagumi, dan dicintai oleh orang-orang disekitarnya. Namun demikian tak ada tak ada seorangpun didunia ini yang mampu mendpatkan setiap orang yang diinginkan . Setiap orang berhak mendapatkan setiap yang diingninkan . setiap orang berhak memiliki 1001 keinginan dalam satu hari, tetapi Tuhan juga membuat keseimbangan dengan menganugerahkan kepada kita akal sehat untuk membuat pertimbangan yang tepat demi mewujudkan misi spiritual kita . Siapapun dia apapun profesinya bisa dan sangat mungkin berbuat dosa. akan tetapi satu kelebihan manusia adalah pada otaknya . Otak manusia berbeda dengan hewan, sebab otak manusia tidak hanya brain seperti pada hewan tetapi bersifat maind(pemikiran) untuk mencapai life to balance.Semoga diri kita mampu menjadi "rumah kebahagiaan " bagi orang lain. Terima kasih kepada Br. Yoh. Krismanto. tulisannya sangat inspiratif dan semoga mampu menjadi bruder yang inspiratif.

Th. Enik Mutiarsih - seorang pendidik dan tinggal di Muntilan




1 KOMENTAR
07.09.2007 04:56:25
sebenarnya saya salum melihat bruder-bruder FIC dengan pakaian jubahnya yang megah, namun aku pernah kecewa dengan peristiwa seorang buder yang tidak dapat menghormati rumah tangga sebuah keluarga.

FRAN  http://www.bruderfic.or.id

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 3 ms