13.09.2007 08:32:51 8451x dibaca
SEKOLAH KATOLIK SEKOLAHNYA ORANG KAYA? Oleh Oleh : Rina Hastari, SE, MSi Musim tahun ajaran baru telah tiba. Perbincangan mengenai biaya pendidikan biasanya akan sangat menarik pada musim tahun ajaran baru seperti ini. Dan sekolah katolik kembali mendapat sorotan mengenai biaya pendidikan yang kian mahal dan tidak mampu dijangkau semua lapisan masyarakat. Padahal, disadari dewasa ini, sekolah katolik merupakan salah satu elemen penting ujung tombak pewartaan dalam Gereja Katolik. 37 KOMENTAR
14.09.2007 19:02:00
Sekolah katolik sekarang tidak lagi di menara gading. Perkembangan sekolah agama lain juga kian pesat bahkan dalam beberapa segi lebih baik. Jika sekolah katolik tetap bertahan dengan pola sekarang bahkan tidak ada perubahan bisa hancur. Sekolah katolik dan yayasan katolik lebih lambat dalam menangkap perubahan sehingga dikesankan terlambat. Padahal mestinya sekolah katolik bisa lebih baik dan bisa menangkap perubahan. Kemandegan perkembangan sekolah katolik inilah yang kini ditangkap oleh sekolah lain, termasuk pemerintah. Kadang-kadang ada perasaan "hebat" dalam diri pengelola sekolah katolik bahwa sekolahnyalah yang paling hebat. Sekolah negeri sekarang lebih hebat-hebat. Sekolah yang dikelola agama lain juga hebat. Dan yang perlu diwaspadai adalah gerakan politisasi keagamaan yang imbasnya memang berdampak pada sekolah-sekolah katolik. Waspada siapa tahu kelak ada pendapat orang yang berbeda agama sekolah di sekolah katolik adalah haram. LINTANG 14.09.2007 21:09:17
Menanggapi artikel Sdri. Rina, saya terkesan dengan analisis anda yang cukup tajam. Meski bukan wacana yang sama sekali baru, namun ketiga argumen yang dikemukakan memang berkaitan dan ada benarnya juga. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kemampuan ekonomi masyarakat makin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan adanya kemampuan masyarakat untuk ‘membeli’ jasa pendidikan di sekolah-sekolah tersebut. Tanpa adanya daya beli yang seimbang dengan ‘produk’ yang dihasilkan, maka pastilah sekolah-sekolah itu segera gulung tikar. Mahal tidaknya biaya, tidak dapat diukur dengan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah ataupun kualitas guru yang memberikan layanan pendidikan atau seberapa besar perhatian sekolah kepada tiap siswanya– meskipun tidak dipungkiri bahwa semua hal itu sama pentingnya dengan aspek yang lain. Melainkan proses belajar yang terjadi selama masa pendidikan itulah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendewasakan dirinya, yang tidak dapat dinilai dengan apapun juga. Pengalaman belajar yang diperoleh tidak hanya berupa aspek kognitif saja, tetapi juga aspek perilaku, aspek afeksi/emosi, aspek mental/spiritual dan aspek-aspek yang lain. Maka, soal mahal atau tidaknya sekolah menurut pandangan masyarakat, dalam opini saya hanya mengenai satu aspek saja yaitu aspek finansial. Jika saja masyarakat menyadari dan melihat secara lebih luas, maka biaya pendidikan itu tak dapat dinilai berapapun rupiahnya. Bahwa pendidikan itu mahal, memang betul, tetapi bagaimana setiap anak memperoleh pendidikan yang memadai dan mendewasakan dirinya, itu jauh lebih penting. PAULUS YANU 10.10.2007 08:32:07
Memang sekolah Katolik dari tahun ke tahun makin mahal terutama SPPnya.bahkan aku belum lunas bayar.uang masuk sekolah.saking mahalnya getoo.sungguh akan sangat mengecewakan sekali bila pelayanan yang diberikan tidak sepadan dengan SPP setiap bulan.maka dari itu semua yayasan katolik harus belajar untuk meningkatkan mutu pelayananya.Lagipula sekolah katolik bukan hanya sebagai "sekolah formal"tetapi juga sebagai seminari kecil di mana setiap siswa2 yang belajar mengetahui iman kristiani yang mengajarkan tentang kasih ,terutama bagi kaum yang kurang mampu(lebih2 dalam hal pendidikan) OBEX 26.10.2007 03:12:45
Konsekuensi yang wajar tatkala sekolah2 katholik ikut terkena imbas industrialisasi pendidikan, karena memang kapitalis yang sedang berjalan di negeri ini. hanya saja apakah imbas2 tadi dapat memiliki signifikasi yang positif atau justru akan meminggirkan awam untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau di masyarakat.terus masih ditambah dengan standarisasi basis teknologi informasi yang pasti akan memakan ongkos adaptasi yang besar. jadi, sebenarnya tidak ada yang disalahkan. asal semuanya bertujuan untuk pencerahan. cuma yang bingung, benar menurut siapa? Kontrol tanggung jawabnya oleh siapa? trus bagaimana peran gereja dalam hal ini. Terus yang kukhawatirkan jika model sekolah adalah industrialisasi pendidikan, jangan2 nanti orang yang hendak bekerja di situ memakai parameter hubungan industri. Gaji guru dihitung dengan kebutuhan fisik minimum? pakai dasar umr? pakai sistem outsourching? oh tiddaaakkkkk ........ AGUS SUM 16.04.2008 23:24:36
Saya dari Semarang, Tulisan mbak Rina Hapsari di atas banyak benarnya. Tambahan untuk diperhatikan penyelenggara Sekolah-sekolah Katolik, terutama Bruder FIC dari Pangudiluhur ........ (anak saya juga dekolah di Yayasan ini, di PL. Don Bosco, Smg) Bahwa misalkan untuk masuk ke SMP PL yang di Kali Wiru, calon siswa harus memiliki nilai minimal tertentu (misalnya untuk Matematika, IPA dan Bahasa). Yang kurang dari standart tersebut nggak bisa diterima. Perlu diperhatikan bahwa bakat dan minat anak / peserta didik tidak semua pada bidang yang dipersyaratkan. Bakat music, bakat sastra, dan bakat yang lain yang memiliki nilai rendah pada persyaratan masuk di sekolah Katolik unggulan di kota Semarang itu, tentu tidak bisa masuk. Akibatnya, anak saya yang katolik saya sekolahkan di Negri. Sesungguhnya besar harapan kita para orang tua mengantarkan anak untuk memperoleh pendidikan dari sekolah katolik, namun apa boleh buat ..... sekolah itu tidak menerima. Perlu saya sampaikan pula bahwa lembaga pendidikan yang BERHASIL adalah yang dapat mengangkat derajad siswa yang kurang pandai pada bidang (yang dipersyaratkan Mat, IPA, dll) menjadi mampu dan pandai. Sebuah sekolah diukur UNGGUL berdasarkan apa ? Prestasi ?? Bagi saya sangatlah mudah meraih prestasi, jika semua masukan siswa (input) pada sekolah yang kita bina semuanya pandai-pandai alias berprestasi !!! Dasarnya sudah pandai dan berprestasi, ya nggak heran kalau sekolah itu akan berprestasi ! Coba terapkan input yang berfariasi dan tidak membatasi yang \\\"pandai\\\" dalam bidang tertentu saja dengan alat ukur tidak hanya pelajaran tertentu ! Saya lebih kagum dengan sekolah yang dulunya tidak diunggulkan tapi berhasil menjadi unggul. Dengan input siswa yang heterogen tapi out put nya Lulus semua dengan nilai baik, bahkan berprestasi tertiinggi di jawa Tengah misalnya ! Itu baru sekolah unggul !!! A. ARDY WIDYARSO http://awidyarso.wordpress.com 17.04.2008 03:37:56
Sekolah Katolik telah kehilangan \'jiwanya\' sebagai institusi pendidikan yang berpihak terhadap kaum kecil. Memang kita harus angkat top[ terhadap kualitas pendidikan katolik yang telah teruji, tetapi biayanya khan selangit juga. Jadi tidak ada istimewanya. Semua sekolah juga bisa berkualitas kalau tarifnya mahal(Bisnis pendidikan). Yang perlu diusahakan oleh sekolah katolik adalh menyediaknan pendidikan yang berkualitas tetapi terjangkau oleh puhak kecil, misalnya dengan subsidi silang. saya benar2 kecewa melihat sekolah2 katolik yang sudah tidak ada bedanya dengan industrialisasi pendidikan, pengelolanya rohaniwan lagi, di mana HATI NURANI KITA, Di mana KEBERPIHAKAN KITA TERHADAP KAUM KECIL!! Lebih baik tidak usah bawa2 nama Katolik kalau itu untuk BISNIS dan semacamnya, dari pada semakin mengotori identitas KATOLIK sebagai PELAYAN, SAHABAT KAUM PAPA dll. Terima kasih VICTOR 22.07.2008 09:01:16
saya kurang setuju... saya berpengalaman bersekolah di sekolah Katolik. untuk biaya tidak terlalu memberatkan,justru bagi siswa yang tidak mampu memperoleh dana bantuan. dan pada umumnya sekolah Katolik termasuk sekolah favorite di daerah saya. Terima Kasih CHRISTINE 10.08.2008 18:40:41
Saya setuju bahwa para pengelola Sayasan & Sekolah Katolik perlu mengubah sudut pandangnya dalam mengelolanya, sebab terkesan bahwa apa yang dilaksanakan saat ini adalah terbaik tanpa mau tahu bahwa banyak muncul sekolah swasta lainnya yang systim dan pengelolaannya mengikuti perkembangan zaman. Sebagai contoh anak saya kuliah di Perguruan Tinggi Katolik di Yogyakarta, hanya untuk meminta pengesahan IPK & Surat Keterangan bahwa si anak masih aktif sebadagai mahasiswa agar bisa mendapatkan bea siswa dari kantor tempat suami saya bekerja saja terlalu banyak permintaan yang memakan waktu sedangkan pemasukan permohonan pengajuan bea siswa itu ada batas waktunya. Hal ini dikemukan bukan untuk menyudutkan Sekolah Katolik tapi diharapkan agar Sekolah Katolik tetap bisa exist dan berkembang setaraf dengan Sekolah-Sekolah yang berkwalitas yang banyak muncul saat ini CAECELIA MARIA ENDANG W 24.08.2008 22:54:26
Saya dibesarkan di sekolah katolik. Benar dulu sekolah katolik merupakan sekolah yang baik, dan masuk yang terbaik. Mungkin ini juga yang membuat sekolah katolik menjadi sombong. Pada saat ini saya melihat degradasi dalam hal mutu. Misalnya saja Sekolah Santa Maria Juanda Jakarta. Biaya pendidikan disana sangat mahal. Biaya pembelian buku, seragam sangat mahal. Belum tambahan ini itu, yang semuanya uang. Mengenai mutu, saya sangat meragukan, karena guru mengharapkan orang-tua mengajar anak2 di rumah. Saya juga setuju bahwa sekolah katolik tidak mengikuti perkembangan jaman. Tapi saya juga tidak sangat setuju mengenai mengikuti perkembangan jaman. Tidak semua yang mengikuti perkembangan jaman itu baik. Terutama jika menyangkut kurikulum sekolah sekarang yang bukan bertambah baik. JOHANNES FILANDOW 17.11.2008 20:32:24
Bagi saya sekolah katolik hanya satu dari banyak pilihan. Keunggulannya kini sudah terlampaui oleh banyak sekolah yang lain. Ardy A. ARDY WIDYARSO http://awidyarso.co.cc 27.11.2008 21:48:02
Saya kurang setuju dengan tanggapan bahwa sekolah katolik yang hanya untuk orang kaya saja.Saya sejak sd-sma sekolah di sekolah katolik malahan saya merasa bahwa sekolah katolik sangat membantu saya. fasilitas sekolah katolik sangat bagus malahan prestasinyapun tetap unggul.kalau mengenai banyak orang kaya yang sekolah disana itu merupakan bonus. kalaupun mahal tapi fasilitasnya memadai kenapa tidak....? orang kalau mau maju harus berusaha kan hanya orang malas saja yang maunya murah. lagian ilmu itu harus dicari dengan kerja keras. coba kita lihat prestasi2 yang ada di indonesia kebanyakan dari sekolah katolik atau swasta. oleh sebabg itu sekolah2 katolik yang ada di indonesia harus dijadikan contoh untuk sekolah2 yang lain okay. GBU....... NOBE 27.11.2008 21:49:30
Saya adalah pendidik di SMP Katolik Santo Paulus Kraksaan Probolinggo. Secara umum, baik di desa maupun di kota, sekolah Katolik menjadi semakin mahal walaupun tidak disertai kualitas yang sepadan dengan biaya pendidikan. Ini terjadi karena beberapa faktor, baik dari faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adalah yang paling penting. Faktor2 itu antara lain kaderisasi pendidik yang tidak berjalan dengan baik. Banyak di sekolah Katolik terdapat guru yang sudah manula dan pelupa. Faktor lainnya adalah otonomi sekolah yang menyebabkan tiap sekolah bersaing walaupun sama-sama sekolah Katolik. Dalam hal ini, keuskupan di tiap wilayah tidak terlalu campur tangan. Keadaan ini menjadikan sekolah Katolik di desa maupun di kota tidak terkendali, baik dari sistem maupun manajemennya. Sebenarnya masih banyak faktor internal dari penyebab sekolah Katolik menjadi sangat mahal namun kualitasnya semakin berkurang. Kita mesti bekerja sama, setidaknya saling mendukung dan mengingatkan. Percuma saja banyak buletin, majalah, atau berita forum yang mengatasnamakan komisi peduli pendidikan Katolik, tetapi hanya di atas kertas dan tidak mengena pada semua lapisan lembaga pendidikan. Terima kasih. ERWIN TUNGGARA http://www.tunggara47.co.cc 27.11.2008 21:56:14
Saya kurang setuju dengan tanggapan bahwa sekolah katolik yang hanya untuk orang kaya saja.Saya sejak sd-sma sekolah di sekolah katolik malahan saya merasa bahwa sekolah katolik sangat membantu saya. fasilitas sekolah katolik sangat bagus malahan prestasinyapun tetap unggul.kalau mengenai banyak orang kaya yang sekolah disana itu merupakan bonus. kalaupun mahal tapi fasilitasnya memadai kenapa tidak....? orang kalau mau maju harus berusaha kan hanya orang malas saja yang maunya murah. lagian ilmu itu harus dicari dengan kerja keras. coba kita lihat prestasi-oprestasi yang ada di indonesia kebanyakan dari sekolah katolik atau swasta. oleh sebab itu sekolah-sekolah katolik yang ada di indonesia harus dijadikan contoh untuk sekolah-sekolah yang lain okay. GBU....... NOBE 10.12.2008 07:29:16
saya setuju apa yg di bicarakan oleh penulis,karena saya sendiri mengalami hal tsb. FERRYTJHIA 30.05.2009 09:55:05
Sekolah Katolik kehilangan ruh-nya.Sebagai orang Katolik, siapa sih yang tdk menginginkan anaknya bersekolah di sekolah Katolik? Klo hanya mengejar kepanadaian, saat ini rata rata sekolah nasional/ negeri memiliki standar yang hampir sama. Apalagi sekolah swasta non-Katolik, semisal Al Azhar, kualitasnya bahkan sudah melampaui seklah Katolik. Hanya saja, tdk semua orang Katolik memiliki akses masuk ke sana, krn terkendala biaya. Klo sudah begini,siapa yang bertngjwb jika banyak orang muda \"lari\" dari iman Katolik. Sekolah Katolik termasuk pilar ikut bertanggunjwb. Saya nilai saat ini banyak anak muda yng imannya krg militan! Itu bkn hny tngjwb keluarga, tetapi juga sekolah Katolik yang gagal menjaring bibit bibit gereja!! ALOYSIUS 14.08.2009 00:30:17
SEKOLAH KATOLIK TERASA ADA PENURUNAN KUALITAS DIAKIBATKAN KAUM BIARAWAN NYA BANYAK YG GA TRANSPARAN DAN MERASA SUDAH PALING JAGO SEKOLAH KATOLIK SEKARANG INI TIDAK NAMPAK KEKETOLIKAN NYA. TOLONG DIPELAJARI APA2 AJA KEKURANGAN NYA AGAR BISA MENGULANGI KEJAYAAN NYA KETIKA JAMAN BELANDA.. BILA PERLU MENGADAKAN STUDY KE BELANDA.. TOLONG... ARIF 26.08.2009 18:32:47
Sesungguhnya Sekolah Katolik sudah mengalami kemunduran.Terutama Pendikan \\\\\\\"MORAL\\\\\\\". Kalau pendidikan Akademik masih Oke.Oleh karena itu menjadi sebuah PR yang sangat menakutkan.Orang tua,Guru, dan Dewan Pastoral mari cari solusi yang terbaik bagaimana carannya mendidik Generasi Gereja bukan berbagai teori tap dengan BERTINGKAH LAKU yang BAIK. KLEMENS http://www.klemens_kolin@yahoo.co.id 01.11.2009 17:49:20
Sekolah katolik dulu dengan sekarang berbeda jauh sekali. Sekarang hanya mementingkan popularitas semata tanpa melihat segi negatifnya lagi. Di Sukabumi,sekolah katolik berubah menjadi sekolah militer yang mengandalkan tindak kekerasan. Murid tidak bisa menjawab, salah menjawab, tidak membuat PR dsb, selalu diberi pukulan ditangan bahkan ditampar.Bila anak melapor pada ortu, esoknya anak akan diejek habis sambil ditonton para guru lain.Kata-kata yang menyakitkan dan kasar sering kali muncul dari mulut para guru dan suster sebagai pimpinan sekolah. Apakah pendidikan seperti itu yang dapat menhasilkan bibit unggul? YULI AMALIA 11.01.2010 23:08:54
Ada yang mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang berpredikat katolik sekarang menjadi mahal dengan berbagai alasannya. Ada yang mengatakan bahwa masih bisa dijangkau. Barangkali ada yang mengatakan biasa-biasa saja. Yang perlu disadari bahwa pendidikan itu memang mahal. Jangan pernah berpikir bahwa dengan uang sedikit saya bisa mendapat gelar yang tinggi.Konyol! Belajar itu membutuhkan banyak pengorbanan mulai dari waktu, buku, konsentrasi dll. Dan itu membutuhkan uang. Tidak ada tokoh yang berprestasi, tanpa pernah belajar. Semua melalui proses belajar atau sekolah. Dan semua harus dibayar dengan uang. Itu mahal nilai dan harganya. Dan jangan pernah mengira, sekolah-sekolah yang mendapat sokongan pemerintah tidak memiliki masalah keuangan. Sangat! Dan hampir semua sekolah negeri yang berstatus SSN di Jakarta juga mahal. Misalnya, SDN Menteng 01, 02, 03, Gondangdia 01, Pondok Labu 15, SDN Meksiko dll, juga mahal. Masuknya aja perlu tes.Masalah uang memang selalu menjadi momok yang menakutkan bagi lembaga pendidikan. Ada satu nilai yang tidak bisa diganti dalam sekolah katolik (yang dimiliki oleh biarawan/wati) yaitu disiplin.Jarang saya temukan di sekolah-sekolah lain. TARSI 09.02.2010 05:36:39
Artikel ini sangat mencerahkan. Saya mendapakan banyak informasi. Oh ya, sekedar info sekarang juga sudah ada pendampingan dan pelatihan bisnis ala MINI MBA di www.konsultasibisnis.com . Cocok bagi ”putra mahkota”, calon manager dan direktur yang belum berlatar belakang MBA, termasuk ibu rumah tangga agar pembicaraan-nya dapat ”nyambung” dengan suami. Lebih membumi dan cepat belajarnya... GEMILANG 04.03.2010 03:58:40
Istri saya memiliki pengalaman di sekolah katolik Sang Timur - Karang Tengah, dimana istri saya adalah pengajar yang berstatus honor tidak memiliki hak yang sama dengan pengajar yang berstatus tetap. Sedangkan kewajiban yang harus dilakukan sama dan tidak ada perbedaan di antara keduanya. Contohnya : pengajar yang berstatus honor/dari outsource tidak mendapatkan uang insentif dari pemerintah. Hal ini menimbulkan kecemburuan sosial dan menurunkan kredibilitas sekolah katolik . JONI 08.09.2010 23:21:35
Mahal tidaknya pendidikan katolik relatif. Yang harus diperhatikan pendidikan katolik tidak terjebak dalam kapitalisme pendidikan (komersialisasi pendidikan). Pendidikan katolik harus memperhatikan mutu lulusan. bukan hanya punya kemampuan akademik juga punya kemampuan kognitif. Memasukkan pendidikan humaniora dalam kurikulum sehingga itu menjadi ciri pendidikan katolik. OMK FX KDI 29.11.2010 12:20:47
Kenyataannya sekarang, sekolah katholik sudah tidak masuk ke taraf sekolah mahal lagi. Krn kalau mau bicara sekolah mahal/sekolah orang kaya, mari kita tengok international school yg semakin naik daun. Sekolah katholik justru benar sedang mengalami kemunduran. Mengapa? Karena semakin lama sekolah katholik hanya memeras otak murid2nya tanpa mengedepankan kemampuan sosial dan emosional. Ini kan namanya eksploitasi otak demi prestasi akademis sekolahan semata. Saya ini lulusan sekolah katolik murni. Dan saya sdh melihat kualitas lulusannya... Ini bukan yg saya cari. Jadi skrg ini sekolah katholik jadi incaran org2 kelas menengah yg tidak punya pilihan lain krn keterbatasan finansial. Jd kalau dibilang sekolah katholik sekolah orang kaya.... saya tidak setuju IRENE 09.12.2010 03:58:08
Saya punya anak dua, yang pertama kelas IV SD di sekolah Tarakanita Rawa Mangun Jak-Tim. Dan yang Ragil rencana masuk ke SD tersebut, namun kami terbentur dengan biaya yang ditawarkan oleh tim Finansial SD tersebut.Kami bukan minta gratis dari sekolahan hanya meminta keringanan biaya, khususnya SPP dan itu berdasarkan dari pendapatan bulanan kami. Dengan alasan subsidi silang kebijakan dari sekolah untuk membiayai sekolah Tarki yang di pelosok. Yang ingin kami pertanyakan adalah : - Apakah sekolah yayasan Katolik Murni dananya dari kemapuan sekolah tersebut. - Apakah Sekolah Yayasan Khatolik sudah lupa, bahwa yayasan itu berdiri dari umat dan untuk umat. - Pernah saya dengar kalau sekolahan itu bebas dari pajak benar-tidak. - Mendirikan sekolahan merupakan ladang bisnis yang menjajikan, maka yayasan sekolah Katolik lupa dengan Mengimankan Katolik dan Mencerdaskan. - Sementara saya punya pengalaman sebuah sekolahan Katolik punya masalah dengan masyarakat sekitarnya, namun spontan umat meredamkan masalah dengan damai tanpa tawar menawar, besok anak saya kalau masuk tolong digratiskan ( Itu tidak ada dibenak pikiran Kita/iklas) - Bukankah umat Khatolik selalu Fleksibel dalam kebaikan ( contoh Sri Paus Paulus II memaafkan orang yang akan membunuhnya ) - Apakah seorang suster ( biarawati) setiap ingin meminta pertimbangan selalu menghindar dan yang diterima kalangan tertentu. - Alasan kami menyekolahkan anak kami di Yayasan Khatolik supaya iman anak kami lebih kuat dengan tantangan zaman, kemudian kami melihat kalau disekolahan Negri yang kami lihat kami minoritas, tetapi seakan2 diarahkan untuk diikut dalam ajaran tertentu. beda dengan disekolah Khatolik yang penuh dengan toleransi yang besar. Harapan kami agar dipertimbangkan untuk mengedepan bisnis di atas yayasan Khatolik. Karena secara langsung atau tidak langsung umat ikut andil dalam hal memajukan Yayasan Khatolik yang ada di tanah air ini. Mohon dengan kerendahan hati yang dalam maaf bila ada kata yang kurang berkenan, karena kami orang sudah berdosa dan ingin bertobat. ANTONIUS HARYO SUSENO 08.01.2011 00:54:05
saya mendaftarkan anak saya ke sd PL tahun ini agar mendapatkan didikan yang layak untuk anak saya tetapi dengan pendapatan perkapita saya, saya merasa terlalu mahal jika kami harus membayar uang pangkal 11 juta + uang apa lagi itu 2,5 juta dan seragam +lain lain 1 jutatotal hampir 15 juta ini paket yang uang pangkal mahal tapi spp murah 470 ribu kalau ammbil uang pangkal 8 juta spp 670 ribu, kalau dihitung dari rata rata pemasukan untung nya pasti besar saya berharap ada penelitian ulang dengan uang sebesar itu mungkin hanya di target kan untuk orang orang kaya saja sekarang sekolah kristiani dan katholik sudah terlalu komersial tanpa memikirkan ke ekonomian rakyat menengah kebawah . EDWIN 02.02.2011 14:24:07
Sementara saya membaca fenomena ini, saya kok jadi pesimis dengan sekolah katolik ya... Anak saya sih masih 1th dan yg satu lg masih di perut... tp soal pendidikan mau tidak mau mulai terpikir. Anak kakak saya sekolah di sekolah international, tp bengalnya ampuuuuuun... beda sama sepupunya yg dididik di sekolah kristen... Mungkin sisi displin dan iman tetep harus ada di sekolah katolik + biaya murah dong... Soal biaya kayaknya sekolah manapun pasti ada biaya.. cuma, pembentukan pribadi kok ya sepertinya seharusnya sih diemban sekolah katolik ketimbang sekolah lainnya. Saya sih berharap anak saya besar nanti sekolah di sekolah katolik, dengan suster dan bruder berkualitas sebagai pengajar. Syukur2 dia terpanggil jadi pastor.. Tapi ya itu, biar kata kita orang tua mendoakan, lah kalo di sekolahnya gak ada yg dijadikan panutan gmana ya?! YONA 18.02.2011 20:01:39
Dari yang saya ketahui sekolah katolik yang dikatakan mahal karena mmg merupakan sekolah favorit, yang mmg mutu dan kualitasnya teruji. jadi ya saya kira wajar saja kalau biayamya mahal karena sekolah itu juga membantu sekolah yang kekurangan dana (dl satu yayasan). Kalau tdk mahal bagaimana dengan sekolah yang kurang mampu? Masa gurunya nggak naik2 gajinya padahal kebutuhan hidup naik terus. kasihan kan para pahlawan tanpa tanda jasa kita? Lagian kan mahal itu juga untuk yang mampu. Yang tdk mampu juga tidak dikenakan sama rata dengan yang mampu jadi adil lah. Biarlah yang kaya memberkati mereka yang kurang mampu! INTAN 04.03.2011 10:23:07
Sekolah Katolik di katakan mahal juga tidak terlalu karena biaya2 memang sudah naik, tetapi yg menjadi keprihatinan saya adalah tidak disertai mutu pendidikan yg memadai, jadi kurang sesuai dgn biaya yg kami keluarkan.Pendidikan moralnya sekarang spertinya kurang diperhatikan, guru hanya mengajar materi tetapi tidak disertai dgn moral yg baik juga. Memang tidak semua guru begitu, tetapi kebanyakan sudah mengikuti trend instant, guru mengajar hanya formalitas krn menganggap semua murid sekarang sudah les pelajaran di luar sekolah. Jadi untuk yg saat ini mengalami kesulitan keuangan akan sangat merasakan perbedaan itu. Sikap guru terhadap anak didik, sudah tidak seperti jaman sekolah katolik dulu. Banyak kata2 yg dilontarkan tidak pantas sebagai seorang guru. Itu yg saya rasakan menyekolahkan anak di sekolah katolik sekarang. Gejala suap menyuap juga sudah mulai saya rasakan di sekolah Katolik, itu sangat di sayangkan. Sekolah seolah2 lebih memperhatikan prestasi sekolah saja dibandingkan memperbaiki mutu pengajar2nya. Menurut perhitungan kasar kami saja, contoh jumlah murid perkelas 30 - 40 anak dgn SPP 500 rb per anak, bisa untuk lebih menyejahterahkan gaji guru yg ada.Sehingga guru dapat bekerja dgn maksimal. Mohon maaf apabila ada kata2 saya yg kurang berkenan. LUCY 08.04.2011 23:56:18
Sekolah katolik tetap yang terbaik, sejauh mana mereka tetap mengutamakan tingkat pendidikan yang tinggi baik dalam hal akademis, keterampilan, moral, sikap, kedisiplinan dan kasih sesuai ajaran Kristus yang sudah mjd icon nya. Karena itu tidak ada salahnya melihat dan menyadari kembali misi dan visi mereka spt jaman Belanda dahulu namun tetap peka dgn perubahan zaman. MIKAEL KLEMENS 26.04.2011 22:37:59
kalo menurut aku ch,,, ea trgntng gmna qt nannggapi apa qt mw maju apa ngga\"A ,,, jangan jd skolah tsb yg qt salahin,, ea dmna2 ge skrng ini mna ch pendidikan yg mura.apalagi yg nama\'a sekolah khatolik ea g mgnkn dwnk guru2 yg pd ngjr dstu g da hti nurani bwt orng yg g mmpu smntara ada otak,,, bnr g RIAN.. 26.04.2011 22:39:50
kalo menurut aku ch,,, ea trgntng gmna qt nannggapi apa qt mw maju apa ngga"A ,,, jangan jd skolah tsb yg qt salahin,, ea dmna2 ge skrng ini mna ch pendidikan yg g RIAN 05.08.2011 22:07:46
bener sekolah katolik sudah byk ketinggalan jaman terutama guru guru kunonya yg mata duitan,apalagi masalah nego uang upp dan spp sering salah menilai org bikin dongkol,mending disama ratain aja OFIE CHANDRA 22.10.2011 10:57:27
Tujuan mula untuk ke suatu yayasan ataupun tempat dimana anak bisa mandiri,bersosialisasi dan tertib dalam peraturan yang ada dalam pendidikan merupakan solusi bagi orangtua/wali.Baik tidaknya berdasarkan dari SDM bagi para pembimbing,benar dilandasi kasih moral dan hikmat dari padaNya.Landasan tersebut dapat mengunggah suatu loyalitas terhadap peran yang dipikulnya sebagai pembina/anutan yang layak.Kita balikkan lg pada diri sendiri,seumpama kita tinggal di indonesia sebagai warga negara yang baik maka percayakan pada pemimpinnya.siapa dan gimana latar belakangnya bukan masalah.sbab ada seleksi alamnya.Begitu pula jika kita sudah menunjuk yayasan untuk memimpin kita jg bisa bantu brikan masukan demi kemajuan yang terkelola tersebut.Yakin dan percaya Tuhan ikut campur tangan.Dukungan untuk kemajuan yayasan,mdh-mdhn dapat mendidik mengarahkan anak sesuai kehendak Tuhan. LARASATI http://www.facebook.co/shoekwang 11.12.2011 17:26:13
Menurut saya, mungkin kita harus sedikit bijaksana dlm menanggapi sekolah katolik.Mari kita bertanya kembali ke kita masing2 apa yg kita harap kan dari sekolah katolik ? Mutu, Disiplin , Iman kekatolikan ? Menurut saya kalo sekarang kita merasa semua serba mahal mungkin itu benar tp di sekolah katolik byk toleransinya kalo tidak sanggup bisa nyicil,kalo tidak mampu tunjukin surat dari lingkungan dan pastor paroki pasti di bantu.Sekolah katolik juga perlu mensejahterakan gurunya dan itu perlu biaya.kalo kita mau jujur banyak ortu yg tidak mengeluh ketika ia bayar mahal utk nasional plus,padahal mutunya belum tentu lebih bagus dr sekolah katolik.Mungkin akan lebih bijaksana kslo kita mau melihat dari sisi lain menanggapi masalah ini. MEI 28.12.2011 13:05:51
sekolah katolik tetep the best!!! dibanding sekolah lain, pendidikan katolik labih baik! paling baik malah menurut saya! trimss... ZZZZZZZZ 21.01.2012 23:50:04
i remember when my mom told me a story when she met my first principal in my catholic school.. there was a question, \"kenapa ibu mau memasukkan anak ibu ke sekolah ini?\"... and my mom answered, \"saya mau memperkenalkan Tuhan Yesus kepada anak saya.\"... so, it\'s revealed.. catholic school is the very best first place to introduce our children to Jesus..... and when i was in 5th grade, i\'ve found that our school cleaning service\'s child was my classmate.... nothing much can be said, afterall... it was just wonderful to be there together with everyone.. no matter how much money we have.. DENIS |