22.08.2008 08:13:48 693x dibaca
KESAN-KESAN DARI IMIF
Oleh Br. Anton Sumardi FIC
Pagi ini dibuka dengan doa bersama di kapel, yang dipandu delegasi dari Belanda. Doa pagi yang sangat menyentuh, paling tidak untuk saya. Doa pagi dibuka dengan nyanyian yang sangat indah, dengan judul,”Song to Light”.Kebetulan udara di RR Syalom pagi ini sangat cerah, sinar matahari pagi yang masuk lewat celah-celah jendela kapel, menghangatkan siapa pun yang ada di dalam kapel.Pada waktu renungan diajak merenungkan bagian-bagian kata kunci pengalaman pendiri baik Br. Bernardus maupun Mgr. Rutten. Doa pagi ditutup dengan lagu; Tuhan, inilah aku, utuslah aku”. Lagu yang sangat menyentuh hati sangat dalam.
Selama tiga hari terakhir ini, kami bersama-sama diajak secara berturut-turut untuk merefleksikan “Human Being; Hidup berkomunitas; Mengenal secara mendalam para Pendiri kongregasi, Mgr. Rutten dan Br. Bernardus; dan khusus hari ini sebagai puncaknya diajak untuk semakin menyelami bagian-bagian pokok kehidupan para pendiri. Presentasi dari Br. Martin; Br. Theo; dan Br. Frans School, dan melalui sharing dalam kelompok-kelompok kecil, kami semua sangat diperkaya.
Catatan-catatan yang mereka buat sangat berguna, bukan hanya dalam pertemuan IMIF ini, tetapi juga sesudah pertemuan ini selesai. Pokok-pokok yang kami renungkan, kami sharingkan selama minggu ini, sangat memperkaya para formator bukan saja untuk pendidikan awal, namun untuk semua bruder. Terus terang kami khususnya Provinsi Indonesia sangat lemah, dan sangat miskin mendalami sejarah dan semangat para pendiri, apalagi sungguh mengenal konteks pada waktu itu, dan seluruh perkembangannya hingga sekarang ini.
Kami berharap semoga sesudah pertemuan ini, ada suatu gerakan sekecil apa pun untuk sungguh semakin mengenal, mendalami dan semakin “mencecap” semangat pendiri dan semakin dapat menterjemahkan dalam situasi sekarang ini.
KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :