Oleh Br. Frans School FIC
Pada pagi hari, Br. Diego dan Br. Patricio membawakan lagu yang indah dari Chille yang dinyanyikan oleh Violeta Parra: Gratia a la vida – Thanks for life. Sebuah lagu yang penuh dengan inspirasi tentang sukacita dan sekaligus bahan meditasi bagi kami.
Br. Petrus Suparyanto sedang membawakan presentasinya
Br. Petrus Suparyanto memulai bahan masukannya untuk hari ini – unsur-unsur semangat Vincentian dalam kongregasi FIC – dengan kesan pribadinya akan asal muasal kongregasi di Maastricht. Ia menunjukkan banyak gambar yang berhubungan dengan situs-situs kongregasi, di mana Mgr. Louis Rutten dan Bruder Bernardus bekerja dan tinggal. Sesudah itu, kami menerima kesan dari para peziarah Vincentian: gambar-gambar mengenai Santo Vincentius dan tempat-tempat penting lain sepanjang hidupnya.
Refleksi pribadi bagian pertama menyatakan:
- “Anda telah melihat situs-situs penting kongregasi dan bisa membayangkan persis bagaimana situasinya langsung. Apakah anda dapat merasakan hubungannya dengan pendirian kongregasi?
- Apakah yang anda dengarkan, rasakan, lihat, bayangkan, pikirkan tentang situs-situs tersebut?”
Br. Petrus melanjutkan presentasinya dengan penjelasan singkat tentang hidup Santo Vincentius Depaul: perkembangan panggilannya, peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya, pendirian kongregasi-kongregasi, dan inti dari spiritualitas Vincentian.
Sesudah itu, ia menunjukkan kepada kami betapa para Pendiri – Mgr. Louis Rutten dan Br. Bernardus – dipengaruhi oleh semangat hidup dan karya Santo Vincentius. Br. Petrus menunjukkannya melalui:
- Cara hidup para Pendiri
- Dokumen-dokumen kongregasi
Dokumen-dokumen yang paling berpengaruh adalah Konstitusi Awal, Petunjuk-petunjuk bagi para Pemimpin, dan dokumen-dokumen lain.
Pada refleksi bagian kedua, kami memperoleh dua kutipan dari tujuan didirikannya kongregasi yaitu dari Konstitusi tahun 1841 dan 1870. Dari dua Konstitusi tersebut didapatkan bahwa tujuannya adalah “… menyucikan para anggotanya dengan usaha mencapai kesempurnaan hidup Kristiani, dan atau melalui perbuatan cinta kasih, …” Dalam kaitannya dengan kutipan tersebut, Br. Petrus memberikan pertanyaan:
- Bagaimana anda merumuskan tujuan Kongregasi kita sekarang dengan kata-kata sendiri?
- Apakah tujuan itu masih hidup sampai sekarang? Bagaimana anda mengenalinya dalam hidup anda sendiri?
Pada penutup sesi akhir, kami saling ber-sharing tentang pengalaman kami masing-masing satu sama lain. Secara singkat, hari ini penuh manfaat dengan berbagai masukan, refleksi dan sharing.
Banyak salam dari kami para peserta IMIF