Senin, 06 Pebruari 2012  - 8 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


05.09.2008 20:27:54 1298x dibaca
SEKSUALITAS DAN SPIRITUALITAS
Oleh Bro. Krismanto, FIC

Pada hari ketiga workshop tentangan Seksualitas dan spiritualitas, Br. Johan dan Sr Claudia mengajak pesrta untuk menengok pertemuan dua hari sebelumnya. Pembicara menekankan bahwa Allah sungguh-sungguh bermimpi agar kita ciptaan-Nya menjadi manusia yang bahagia dan penuh. Allah memberi manusia seksualitas dan spiritualitas. Dengan seksualitas inilah manusia diberi peluang untuk mengalami kebahagiaan dalam hidupnya.

Seksualitas dan spiritualitas adalah sesuatu yang indah, penuh daya, serta energi kudus yang diberikan Allah kepada manusia. Kita tahu bahwa Allah memberikan spirit-Nya kepada manusia melalui Kitab Suci dalam kisah penciptaan. Hal yang sangat penting dalam pertemuan ini ada adalah munculnya beberapa pertanyaan kritis dari peserta adalah dapatkah dijelaskan lebih dalam tentang tidak ada spiritualitas yang sehat tanpa seksualtias dan sebaliknya? Disadari bahwa tidak mudah memisahkan keduanya. Dikatakan bahwa passion merupakan buah dari spiritualitas dan seksualitas yang sehat. Jawaban tersebut masih mengundang pertanyaan lagi yakni bagaimana mengenal seksualitas dan spiritualitas yang sehat? Dikatakan lagi bahwa spiritualitas yang sehat menjadikan seseorang nyaman dengan tubuhnya sendiri, memiliki waktu untuk istirahat, sadar akan pentingnya keseimbangan hidup, dapat menikmati aneka kebaikan, serta mempunyai empati kepada sesama. Sedangkan seksualitas yang sehat mencakup beberapa hal yakni: mensyukuri tubuh yang diberikan oleh Allah. Karena itu perlu memiliki sikap hormat, peduli, dan kasih akan tubuh yang indah. Menerima diri sendiri dengan aspek kebertubuhan kita. Dapat mengerjakan sesuatu, terututama kegiatan sosial sebagai sarana untuk mengalirkan daya atau tenaga seksual. Murah hati / berbelas kasih dan mengampuni.
Sebnagai manusia kita mendambakan hidup seksualitas dan spiritualitas yang sehat. Namun kadang kita mengalami sesuatu yang tidak seimbang. Hal ini menyebabkan kita kerja terlalu keras yang dapat memunculkan stress, memiliki rasa bersalah yang berlebihan yang sebenarnya merupakan bagian dari sikap kekanak-kanakkan. Saat mengalami ketidak seimbangan inilah kita membutuhkan tehnik atau cara untuk mengatasi ketidakseimbangan yang terjadi. Misalnya kita perlu: rileks, mengontrol stress, berani mengungkapkan perasaan yang menghimpit diri dengan orang dipercaya. Meningkatkan kemampuan untuk bersikap toleran atas hal-hal yang menyebabkan frustasi. Dengan kata lain berani mendesain ulang dalam pikiran atas peristiwa yang terjadi dalam diri.
Dengan cara ini, kita dituntung pada suatu pemulihan yang memungkinkan kita menjadi manusia yang bahagia. Pemulihan ini memerlukan proses untuk sampai pada suatu kesadaran bahwa segala yang bersifat manusiawi dalam diri kita secara alamiah dan spontan terarah pada pemenuhan/keutuhan. Tuhan menerima kita apa adanya, dari situ kitapun dapat menerima ketidaksempurnaan kita. Untunk itu kita perlu mengawali dengan jujur pada diri sendiri, meninggalkan topeng-topeng yang menjadikan kita munafik serta membiarkan kecanduan itu pergi tahap demi tahap. Melalui kesadaran ini, kita diharapkan semakin berkembang menjadi manusia yang lebih baik, lebih utuh, sesuai dengan mimpi Allah kita diciptakan.
 



KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 2 ms