Masa muda adalah masa untuk merangkai jatidirinya. Disana seseorang akan menegaskan identitas, kepribadian dan keunikannya. Proses pencarian diri akan berhenti pada satu pijakan yang membuat mereka merasa nyaman. Seseorang dikatan masih muda ketika usianya ada diantara 13-35 tahun dan belum menikah (Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda KWI) Masa muda juga merupakan masa yang menentukan perkembangannya dalam meraih kedewasaan fisik, moral, emosional dan spiritual. Maka tidaklah mengherankan pada masa ini ada aneka macam pikiran, tindakan yang mereka lakukan yang seringkali membuat orang lain terkaget-kaget. Adapun ciri orang muda adalah masa pencarian diri, berkelompok atau berorganisasi, aktualisasi diri, inspiratif, spontan, kreatif berhasrat akan nilai-nilai ideal. Oleh karena itu, gereja mengharapkan kaum muda yang tergabung dalam Orang Muda Katolik menjadi generasi muda yang terlibat secara positif dalam setiap kegiatan pelayanan dan karya-karya gereja, sehingga kaum muda tersebut dapat diarahkan sebagai generasi yang terlibat dalam pembangunan dan karya pelayanan gereja.
Dalam rangka mewujudkan Fokus Pastoral Umat Keuskupan Agung Semarang 2009 sesuai dengan Arah Dasar KAS yakni Melibatkan kaum muda dalam pengembangan umat kami para bruder FIC ( Br. Blasius, Br. Ari dan Br. Agus Parno) juga dari tarekat-tarekat lain yang tergabung dalam IKHRAR Rayon Semarang di undang untuk ikut terlibat dalam proses pendampingan kegiatan Temu Akbar Orang Muda Katolik (OMK ) se- SIDIANA (Kudus, Pati, Jepara, Purwodadi, Juwana, Demak dan Gubuk) yang dikemas dalam bentuk outbond, cinta lingkungan dan latihan dasar kepemimpinan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18-20 Juli 2009 di Taman Seni Nasional Kajar Dawe Kudus, dengan mengambil tema “d’ Spirit of St. Paul For Youth”. Dengan tema tersebut diharapkan dapat meneladan St. Paulus dalam menggugah dunia dan sikap hidup sejatinya yang selalu siap melayani Yesus dalam keadaan apapun. Sehingga dengan melihat sikap St. Paulus tersebut, diharapkan OMK dapat dengan spontatinitas dan sukacita membawa damai bagi sesama dan mempunyai sikap hidup yang selalu memuji dan bersyukur kepada Tuhan dalam kondisi apapun. Rangkaian kegiatan diawali dengan perayaan ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm. Sukendar Vikep Semarang dan Rm.Basilius Edi Wiyanto, komisi kepemudaan Keuskupan Agung Semarang. Dalam homilinya Romo Edi mengatakan, dengan mengikuti kegiatan temu kaum muda ini adalah suatu kesempatan untuk berbagi dengan teman-temannya, sehingga dapat mendewasakan dirinya dalam persahabatan dan dapat menemuka Allah yang hadir dalam kebersamaan tersebut.
Dan lewat kegiatan ini teman-teman OMK sungguh disemangati oleh St. Paulus sehingga diharapkan menjadi saksi bagi pewartaan gereja. Temu Akbar OMK se-SIDIANA ini juga diperkaya dengan mendengarkan ceramah tentang lingkungan hidup bersama dengan Mas Gunritno, seorang tokoh muda Sedulur Sikep dari Desa Sukolilo Pati, Jawa Tengah yang getol mempertahankan wilayah Sukolilo dari rencana pembagunan pabrik semen, karena akan mengancam ekosistem pegunungan Kendeng utara yang ada di wilayahnya. Kegiatan lainnya diisi dengan camping, outbond dan latihan dasar kepemimpinan. Setiap peserta yang datang dari berbagai paroki tersebut dibuat kelompok-kelompok kecil yang didampingi oleh para suster dan bruder. Mereka semua masuk dalam kelompok dan terlibat dalam setiap kegiatan yang dijalani bersama dengan para peserta. Disamping itu juga memberikan suatu masukan serta motivasi kepada para peserta dari setiap jenis kegiatan outbond yang telah dijalaninya, sesuai dengan tema yang ada yaitu meneladan semangat St. Paulus dalam memberikan pelayanan kepada orang lain. Dari berbagai macam kegiatan yang dilakukan bersama dengan para kaum muda tersebut kami semakin diperkaya, dapat menyelami dan masuk dalam diri kaum muda lewat cerita, sharing pengalaman, masukan-masukan yang mendukung perkembangan hidup orang muda. Selain itu dapat menjadi sarana pula untuk memperkenalkan panggilan hidup sebagai Suster, Bruder, Frater dan Romo sehingga merekapun dapat menanggapi panggilan itu untuk tugas pelayanan gereja dan sesama pada masa mendatang.
Di penghujung acara, pada malam hari diisi dengan inagurasi dan malam keakraban dengan menampilkan beberapa aktraksi dari setiap Paroki yang dikemas dengan suasana api unggun yang menghangatkan suasana sehingga menjadi meriah.,dan keesokan harinya seluruh rangkaian acara yang dimulai dari hari Sabtu hingga Senin ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Romo Agus MSF. ***