Senin, 06 Pebruari 2012  - 7 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


28.08.2009 20:58:19 860x dibaca
MEMAKNAI HARI ULANG TAHUN
Oleh Br. Aretas Sukatja FIC

Sungguh merupakan suatu anugerah dari Tuhan yang tak terkira bahwa Tuhan memberikan bonus kepadaku umur yang panjang. Di usiaku yang ke 73 tahun (tanggal 22 Agustus 2009) ini saya masih dikarunia kesehatan, setiap pagi masih dapat jalan-jalan pagi,doa kerasulan pada pk 11.00 siang yang secara khusus mendoakan para Bruder yang masih aktif merasul dan memberikan diri untuk kelancaran komunitas dalam hal misa dan doa harian. Sehingga semakin dapat memberikan arti bagi diri dan sesama di dalam komunitas Wisma Bernardus. Saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan Tuhan melalui Kongregasi yang tak henti-hentinya memanjakan saya hingga sampai pada usia ke 73 tahun.

Pemazmur hendak berkata bahwa buah kurma justru semakin berkualitas, ketika pohon itu sudah mulai tua. Pemazmur melanjutkan, mereka yang ditanam di Bait Allah akan bertunas di Pelataran Allah. Masa tua adalah masa berbuah, karena berakar pada Tuhan. Apa tujuan berbuah pada masa tua? Pemazmur menjawab untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar bahwa Ia Gunung Batuku. Artinya masa tua bukan untuk menganggur, melainkan ada fungsinya, yaitu bersaksi kepada generasi anak cucu tentang kebenaran dan kesetiaan Tuhan.

Jadi, Alkitab tidak mengagungkan masa muda lalu melecehkan masa tua. Sebaliknya, Alkitab pun tidak mengagungkan masa tua, lalu meremehkan masa muda. Dengan indah Yesaya 46:3-4 merangkum sikap Tuhan terhadap masa muda dan masa tua: "... hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan yang Kujunjung tinggi sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” Tulisan Yesaya itu mempunyai beberapa arti.

Ini adalah pernyataan bahwa Allah adalah Tuhan atas masa muda maupun masa tua.
Ia berdaulat atas masa muda dan masa tua hidup kita. Ia adalah pemilik hidup kita di masa muda dan tua. Perhatikan bahwa Yesaya sampai menggunakan 7 (tujuh) kata kerja untuk menggambarkan keaktifan Tuhan memelihara kita: mendukung, menjunjung, menggendong, melakukan, menanggung, memikul, dan menyelamatkan.

Ini adalah pengakuan bahwa Tuhan memelihara hidup kita di masa muda dan tua secara sinambung. Tuhan hadir secara aktif sepanjang bentangan hidup kita.

Ini adalah amanat agar masa muda dan masa tua dijalani dengan benar. Tuhan memberikan masa muda bukan supaya kita tenggelam dalam obsesi mengejar pelbagai ambisi dan prestasi, kedudukan, kesenangan, dan harta benda. Disini terkandung peringatan bahaya bahwa dalam masa muda kita begitu sibuk, sehingga tidak mempunyai waktu untuk Tuhan dan orang lain. Ucapan Yesaya mengingatkan bahwa kita menjalani masa muda bukan karena kekuatan sendiri, melainkan karena Tuhan menjunjung kita. Disini terkandung peringatan bahwa kita menjalani masa muda bukan karena kekuatan sendiri, melainkan karena Tuhan menjunjung kita.

Amanat ini juga memberi peringatan tentang masa tua. Tuhan memberi masa tua bukan supaya kita hanya melihat hal-hal yang jelek dan menjengkelkan. Masa tua diberikan bukan untuk mengeluh “Ini pegal, itu pegal” atau mengomel “Anak cuek, mantu judes.” Ucapan Yesaya ini mengingatkan kita untuk melihat hal-hal yang baik. *** (Br. Aretas, tinggal di Wisma Bernardus- Semarang)




1 KOMENTAR
28.08.2009 23:14:45
Ytk. Br. Aretas Sukatja,

Salam bahagia dalam cintaNya,
Terima kasih atas kata-kata bijaksana yang meneguhkan kita untuk mensyukuri kasih setia Tuhan di dalam tahun-tahun baik yang telah kita lalui maupun tahu-tahun yang akan datang.
Jaga terus kondisi kesehatan Bruder,,,
Salam dan doa saya dari seberang,

EUSTACHIUS EKO  http://www.ceahurtado.cl

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 2 ms