Senin, 06 Pebruari 2012  - 7 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


02.12.2009 02:21:32 696x dibaca
TOTALITAS HIDUP BERPRASETIA
Oleh Sekretariat FIC

Pertemuan Pleno Bruder Muda diadakan di Bruderan Candi, Semarang, 7 - 8 November 2009. Sabtu, pukul 17.30, pertemuan dibuka dengan doa selebrasi, setelah acara laporan kegiatan dari berbagai regio. Pertemuan yang dihadiri oleh 19 bruder muda dan 4 pendamping itu ditutup pada hari Minggu, 8 November 2009, pukul 12.30.

Pertemuan diselenggarakan dengan bentuk rekoleksi bertema “Totalitas Hidup Berprasetia”. Dalam pengantar singkatnya, Br. Dwiyatno menyebutkan kesulitan penghayatan Triprasetia a.l. karena relasi dengan pihak di luar komunitas yang tidak teratur. Di samping itu disebutkan pula beberapa hambatan dalam membangun hidup komunitas yang ditemukan dalam pertemuan pemimpin dan dewan lokal pada awal Oktober 2009 di Candi, Semarang. Hambatan dalam membangun hidup komunitas antara lain adanya rasa kurang tergantung, kurang rasa tanggung jawab kepada komunitas; adanya kesombongan, merasa tidak membutuhkan orang lain, kurang mau bersama orang lain; ada rasa lebih berkuasa dalam komunitas; tidak bisa menangkap nilai atau makna kebersamaan; krisis komitmen, lemah atau tidak ada niat kuat membangun komunitas.

Acara dilanjutkan dengan refleksi pribadi. Para peserta diajak untuk merefleksikan diri idealnya: nilai-nilai utama yang dikejar; potensi diri yang mendukung; dukungan komunitas; hambatan dalam diri; hambatan dari komunitas. Peserta juga diajak untuk membuat bagan atau skema Triprasetia dalam hirarki nilai hidup; kesulitan-kesulitan yang dialami; penopang utama sehingga masih setia sampai sekarang. Digali pula saat-saat teduh yang meneguhkan ikatan dengan Allah. Menemukan pula ungkapan dari Konstitusi yang bergema dalam hati. Dari Statuta Provinsi yang paling sulit dilaksanakan juga direfleksikan. Seluruh waktu setelah makan malam sampai pukul 21.30 digunakan secara pribadi. Malam itu ditutup dengan doa Completorium bersama-sama.

Setelah misa pagi dan sarapan, para peserta masuk dalam kelompok kecil untuk sharing pengalaman pribadi. Ada tiga kelompok. Masing-masing didampingi oleh Br. Hans Gendut, Br. Simon, dan Br. Dwiyatno. Sharing berjalan dengan baik. Masing-masing mengungkapkan pengalaman perjuangan menghidupi Triprasetia dalam kehidupan sehari-hari. Pada awal sharing telah diantar bahwa sharing pribadi merupakan hadiah dan suatu kepercayaan maka hasil sharing hanya untuk pribadi. Dengan sharing itu pada umumnya masing-masing merasa terbantu, diteguhkan, dicerahkan dalam menghayati triprasetia secara total.
Sebelum ditutup dengan doa dan makan bersama Br. Provinsial memberi peneguhan. Antara lain ditekankan bahwa untuk dapat menghayati hidup total sebagai bruder harus dimulai dengan setia pada hal-hal yang kecil dalam hidup bersama dalam komunitas. Disiplin setia pada Statuta Lokal sebagai hal yang sangat konkrit. Kemudian setia pada Statuta Provinsi. Kalau itu semua dilaksanakan dengan setia, penuh kesadaran dan ketulusan hati menjadi nyatalah hidup total sebagai Bruder. Tentu saja tidak boleh dilupakan, kita harus tekun dan setia setiap hari berdoa, berefleksi, hidup berdasarkan Konstitusi dan Kitab Suci.




KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 3 ms