Senin, 06 Pebruari 2012  - 6 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


KOMUNITAS FIC STANISLAUS KOSTKA - AMBARAWA

                                                  
Berdasarkan permohonan dari Serikat Jesuit, untuk membantu pewartaan misi di Jawa, maka dengan doa dan perlindungan Bunda Maria Dewan Umum di Maastricht Belanda, menerima permohonan itu. Para bruder yang dipilih untuk berkarya di lingkungan orang Jawa ialah Br. August,Br. Lebuinus, Br. Eufracius, Br. Constantinus, dan Br. Ivo yang tiba di Yogyakarta pada tahun 1920.

Atas permintaan Mgr. Van Versen, untuk berkarya di Ambarawa, meskipun dengan berat hati dan karena terpaksa, Dewan umum membentuk suatu panitia untuk misi di Ambarawa, yaitu Br. Victorinus, Br. August, dan Br. Ivo. Pada bulan April 1928, mereka berangkat ke Ambarawa untuk mendiami bangunan  lama bekas sekolah KKP. Kemudian pada tanggal 3 Juni 1928 Br. Victorinus sebagai pemimpin rumah di Yogyakarta melantik Br. Ivo sebagai  pemimpin rumah di Ambarawa. Pada tanggal 19 Juni 1928 merupakan hari jadi komunitas Ambarawa, karena pada tanggal tersebut semua bruder yang ditunjuk untuk memulai menempati komunitas Ambarawa. Para bruder mulai mewujudkan karya  dalam bentuk pendidikan termasuk didalamnya asrama untuk anak yatim piatu.Pada tanggal 8 Agustus 1928, asrama Sint Lois  diresmikan oleh Mgr Van Velsen dan Pastor Van Kalken.

Pada waktu perang dunia II saat Jepang menguasai Indonesia pada umumnya termasuk Ambarawa. Sint Louis di jaga oleh Br. Rodelfus, Br. Constantinus dan Br. Dismas yang akhirnya bruder-bruder Belanda tersebut dimasukkan dalam kamp di Cimahi dan  Pandu - Bandung.. hanya Br. Dismas Ornek seorang Bruder Indo yang tinggal di Ambarawa.

Pada tanggal 19 September 1944 komplek Sint Louis menjadi kamp Ambarawa VIII. Dengan demikian Bruderan dan asrama sama sekali tidak terpelihara. Kerusakan semakin berat dan meluas, Banyak harta benda hilang. Suasana anti Belanda semakin merajalela. Pintu dan jendela hilang, langit-langit bocor, tembok kotor, pipa talang hilang, bangku-bangku kapel hilang marmer altar hilang, tabernakel ditemukan di kebun. Hanya salib yang masih ada pada tempatnya. Pada tanggal 26 Februari 1948 Br. Celcus datang ke Ambarawa, dan memulai tugas untuk menata kembali bruderan yang rusak Kegiatan di Sint Louis juga mulai tampak lagi dan Br. Gonzaldus tinggal di Ambarwa dengan tugas mempersiapkan tempat bagi para yatim piatu yang akan menghuni asrama. selanjutnya pelayanan untuk anak-anak asrama dilakukan oleh Br. Vitus, dengan demikian komunitas Ambarawa hidup kembali.

Para bruder yang saat ini berkarya di Ambarawa adalah Br. Berchmans Nyotoharjo, Br. Herman Yoseph Sagiman, Br. Agustinus Sudarmadi, Br. Stephanus Suryatno, Br. Paulus Iwan Surya Saputra. Sedangkan karya-karya yang ditangani oleh para bruder antara lain Asrama Sint. Louis, SD Pangudi Luhur  Ambarawa dan SMP Pangudi Luhur Ambarawa.

                                                                

 

 




2 KOMENTAR
20.12.2008 09:18:21
Syalom, sy benyamin, nama panggilan di SMP PL ben ben, lulus th 1987. Saya ketinggalan informasi sebenarnya saya kangen sekali ketemu dengan rekan2 lama, tp reuni juli 08 kemarin saya ketinggalan info, jadi tidak bisa hadir. bagi rekan2 yang masih sering berhubungan tolong ya saya dikasih info lebih lanjut. Email sy benyamin7000@ymail.com. Gbus.
BENYAMIN PRASETYO (BEN2)  http://www.benayamin.com
25.11.2010 23:17:45
Syalom , saya Petrus . Pengen tahu Nomor Hp Bruder Stepanus yang im3 . tolong di kirim ya ..

Litle brother
Petrus

PETRUS HERIYANTO  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 2 ms