SURAT PRIBADI BR. METHODIUS KUUSORU
Surat pribadi Br. Methodius Kuusoru
kepada para bruder di Provinsi Indonesia
Para bruder yang terkasih,
Salam bahagía dalam persaudaraan dari komunitas kami di Maastricht. Inilah doa dan harapan saya semoga Anda tetap dalam keadaan sehat dan gembira. Saya sendiri baik saja. Karena berkat Tuhan lutut saya terasa cukup membaik. Saya tidak bertongkat lagi.
Anda semua tahu bahwa saya harus meninggalkan Indonesia dua minggu sebelum masa visitasi berakhir karena visa saya tak bisa diperpanjang. Maka saya tidak sempat ikut mengadakan visitasi di komunitas Candi, Sermarang dan 4 komunitas di Jakarta.
Saya tulis surat ini untuk melihat kembali waktu saya berada bersama Anda sekalian dan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas rahmat yang tercurah selama dalam vsisitasi kanonik itu.
Dari latar belakang yang berbeda jelas bagi saya bahwa banyak hal yang menurut pendapat saya merupakan sumber yang memperkaya dan memberkati Anda sekalian. Saya ambil contoh beberapa hal saja.
Berkat karunia Allah mengatasi perbedaan.
Meski berbeda suku, warna kulit, bahasa, kebangsaan, kekurangan pribadi dsb. komunikasi saya dengan Anda dan banyak dengan orang yang lain memberikan kesan mendalam pada saya kepada Anda khususnya dan kepada orang Indonesia pada umumnya mengenai sikap keramahtamahan. Ini saya rasakan. Meski kami berlatar belakang berbeda, bahasa maupun kebangsaan, tetapi rahmat dan karunia panggilan-Nya menyatukan kita. Saya sadari ini sebagai karunia Allah karena interaksi saya dengan Anda, dengan para guru, para siswa atau murid di sekolah dan dengan mereka yang merasul di luar sekolah. Yang dapat diambil makna dari hal ini yaitu bahwa keberbedaan satu dengan yang lain tidak harus menghalangi samangat persatuan, sebaliknya hendaknya menjadi sumber kekayaan dan menyemangati satu dengan yang lain.
Memelihara alam dan ciptaan
Dalam komunitas di mana- mana saya temukan kolam ikan, sangkar burung , pot dan vas bunga, banyak pohon buah-buahan dan tanaman air. Saya menemukan bagaimana memelihara lingkungan dengan tanaman air. Apa yang menyentuh saya dari semua ini yaitu perhatian kepada alam dan integrasi ciptaan mengilhami semua lapisan masyarakat. Jelaslah ini merupakan gambaran kesadaran masyarakat atas keberadaan semesta alam dan ciptaan. Saya berpendapat bahwa hal ini menimbulkan kesadaran spiritual yang mendalam pada Anda sekalian dan rata-rata orang Indonesia pada umumnya, apa pun kehidupan iman kepercayaan mereka.
Selain dari itu ada banyak tempat di dalam negeri yang dikuduskan di lokasi dengan pemandangan yang indah. Candi purbakala Budha -Borobudur- dan Hindu- Prambanan-, menggambarkan kesadaran Illahi yang diwujudkan dalam monumen-monumen yang mengagumkan.
Saya mengunjungi tempat jiarah gua Maria Sendangsono, gua Maria di Giriwoyo, Yoyyakarta, Wedi dan Ambarawa. Tempat-tempat ziarah Maria ini memberikan kesempatan bagus untuk bersatu dengan Sang Illahi secara intim dan pribadi. Masih banyak tempat jiarah yang sedang berkembang menjadi tempat yang dikuduskan untuk devosi. Dengan latar belakang ini seseorang dapat dengan mudah menyadari mengenai devosi kepada warisan spirtualitas FIC kita. Secara pribadi saya menghargai atas kesempatan yang dapat dipergunakan untuk meditasi di setiap tempat ini.
Peristiwa bencana alam.
Di beberapa tempat (Yogyakarta, Wedi, Klaten, Sedayu) saya melihat peninggalan akibat bencana gempa bumi tahun 2006. yl. Ini mengejutkan saya dan saya sangat heran bagaimana merasakan ditimpa pengalaman yang menakutkan. Saya menyadari bahwa beberapa di antara Anda tidak suka diingatkan kembali terhadap pengalaman tersebut, maka maafkan saya.
Juga ada Gunung Merapi yang termasuk salah satu yang paling aktif di dunia. Saya sempat melihat video mengenai peristiwa letusan gunung berapi ini. Sungguh mencengangkan bagaimana bara panas merah terbakar mendidik meleleh dari dalam perut bumi dan mengalir keluar. Kejadian ketiga yang merupakan bencana alam yaitu bencana bandjir yang menggenangi sebagian daerah -sesuatu yang seharusnya merupakan kehidupan padang tumbuhan hijau. Bukan maksud saya menyinggung perasaan Anda dengan apa yang saya katakan mengenai hal ini sebagai malapetaka. Saya bermaksud melihat kenyataan ini dengan mata iman. Kejadian keadaan alam semacam ini jelaslah menyatakan bahwa Allah yang menciptakan mereka. Di tengah kejadian alam yang sungguh merusak keadaan alam ini Allah peduli. Hal ini menginspirasikan saya untuk berdoa dengan Masmur ... dalam suatu cara pandang baru:
“Sewakatu saya melihat bulan dan bintang-bintang,
Gempa bumi, gunung berapi dan bandjir,
Apa sebenanrya manusia itu bahwa Engkau peduli kepadanya
Orang meninggal Kau perhatikan.”
Di makam Suharto
Pada suatu akhir minggu bersama para bruder dari Yogya, Br. Martinus dan saya juga berkesempatan mengunjungi pusara alm. mantan Presiden Suharto, mengikuti upacara pemakaman. Ini sungguh suatu peristiwa sungguh bermakna. Merupakan suatu keistimwaan dapat menjadi bagian dengan begitu banyaknya orang Indonesia ke tempat pemakaman seorang almarhum mantan berpangkat tinggi untuk memberikan penghormatan terakhir kepadanya. Suharto dimakamkan di samping makam istrinya di sebuah bangunan gedung megah di puncah sebuah bukit, sekitar 1½ jam perjalanan dengan mobil dari Yogyakarta. Kerumuman orang begitu banyak sehingga kami harus menunggu sekitar 1 jam sebelum kami bisa masuk ke lantai makam yang berupa ruang besar. Sewaktu kami menunggu giliran saya heran apakah Allah mendengarkan semua orang yang mendoakan Suharto, biar pun mungkin banyak dosa. Setiap orang berdoa sekitar 5 sampai 10 menit di makam, memohonkan ampun atas dosa-dosa bagi yang meninggal
Ucapan syukur dan terima kasih
Kiranya tidak berlebihan jika sekali lagi saya menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih atas semua kebaikan dan keramah-tamahan yang saya alami. Saya tak boleh berhenti menyatakan hal ini sebab setiap kali saya merasa belum cukup berterima kasih. Percayalah bahwa saya akan mendoakan Anda sekalian terutama jika nama Anda terbaca dalam daftar penanggalan hari ulang tahun.
Jika Tuhan menghendaki saya akan datang ke Indonesia lagi pada tahun 2010 untuk kunjungan visitasi ke komunitas-komunita yang lain yang belum sempat saya kunjungi sebelumnya. Dengan ini saya memohon semoga Allah memberkati Anda sekalian dan semua karya kerasulan Anda.
Salam hangat saya dalam persatuan persaudaraan dengan Anda sekalian.
Methodius Kuusoru