Senin, 06 Pebruari 2012  - 8 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


28.08.2008 10:49:40 776x dibaca
KESIMPULAN EKSPLORASI PARA FORMATOR
Oleh Eka Oktavianti

Memasuki hari Kamis, 28 Agustus 2008, para peserta IMIF mengawali acara dengan doa pagi yang disiapkan oleh Br. Lawrence Sitima dari Malawi dengan tema “No One Lives by Himself”, Tak Seorang pun Hidup untuk Dirinya Sendiri. Kemudian pada sesi pertama diisi dengan sharing melanjutkan tema hari kemarin, yaitu formasio di masing-masing provinsi. Hari ini giliran pertama dilakukan oleh para bruder dari Chille lalu dilanjutkan para bruder dari Malawi dan terakhir para bruder dari Belanda.

Sebagai kesimpulan, sore hari ini Br. Martinus T. Handoko merangkum keseluruhan dari proses pembicaraan, diskusi, sharing, dan studi semenjak hari Senin. Bisa dibayangkan betapa beratnya proses ini karena pertama-tama bukan masalah bahasa, namun materi yang dibicarakan memang memerlukan waktu untuk merenung, berefleksi, menimbang-nimbang, dan mengambil keputusan.


Berikut petikan dari hal-hal penting yang terekam hari ini:

Seperti yang telah diketahui bersama, para formator yang terdahulu menanamkan nilai-nilai melalui pengajaran, memberikan teladan, tukar pengalaman atau ide, diskusi, mendalami buku, berdoa, meditasi, retret, rekoleksi, dan wawancara. Namun, seiring dengan perkembangan waktu penanaman nilai-nilai atau keutamaan disampaikan melalui berbagai pendekatan baru. Dapat disebutkan antara lain melalui “exposure program” seperti kunjungan ke penjara, RSJ, rumah jompo, rumah singgah, program live in maupun program “nyantrik” bersama bruder. Dari berbagai macam pendekatan itulah, proses penanaman nilai-nilai dan keutamaan mengalami perkembangan yang semula “top-down” dari pembimbing ke calon menjadi calon sendiri yang dilatih untuk mengalami sendiri dan menemukan keutamaan-keutamaan itu.

Sebagai solusi, Br. Martin menawarkan langkah-langkah untuk mengklarifikasi nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan bagi para calon. Pertama adalah memilih. Calon diharapkan semakin mampu membuat keputusan-keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, dilakukan dengan bebas, tanpa tekanan dari siapapun atau apapun, kemudian keputusan itu dipilih dari berbagai alternatif yang ada. Sesudah itu, setiap keputusan yang dipilih berdasarkan pertimbangan yang matang dari alternatif-alternatif yang ada. Dengan demikian dilanjutkan ke tahap berikutnya. Yang kedua adalah menilai. Calon diharapkan gembira dengan pilihan yang diambil dan mampu menyatakan pilihannya kepada khalayak. Akhirnya, melakukan semua yang dipilih secara konsisten dalam tindakan nyata.


Perlu kami informasikan bahwa saat sesi sore, Br. Maarten belum bisa hadir karena masih berada di Semarang untuk memeriksakan telinganya ditemani oleh Br. Valentinus Daru. Sekembalinya dari Semarang, Br. Maarten terlihat lebih gembira dan menyatakan bahwa ia sekarang mampu mendengar dengan jelas semuanya.




1 KOMENTAR
15.09.2008 21:23:59
hallo Mis. Eka for the first time I see you here,. thank You for writing about information in the Formation FIC kongregation. From the artikel I understang some of aktivity for along time in Bangungan Syalom. see you leter. Br. Romanus,FIC
PBI 08

ROB  

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 3 ms