Sejak aku dilahirkan dan hidup di atas bumi ini, aku berkembang dan maju perlahan-lahan, tahap demi tahap. Aku memulai kehidupan ini dari menangis dulu baru semua yang terjadi padaku terjadilah. Suka maupun duka selalu saja ada dalam kehidupanku, tetapi semua itu membantu diriku untuk dapat menjalani hidup ini secara sungguh-sungguh. Semua itu tentu dengan usaha dari diri sendiri dan disertai juga rahmat dari Allah. Pada suatu waktu saya terduduk dan termenung menatap kekosongan. Ketika saya mengamat-amati kekosongan itu,
saya dihadapkan pada sebuah video. Video itu memutarkan sesuatu. Saat itu saya diberi tontonan yang sangat menarik, yaitu suatu pemandangan laut. Dalam tontonan pemandangan laut itu ada tiga hal yang selalu diulang-ulang, sampai-sampai saya merasa bosan melihatnya. Tetapi entah mengapa semakin lama saya merasakan seperti ada sesuatu yang hendak disampaikan kepada saya. Tiga hal yang diulang-ulang untuk saya tonton tersebut adalah :
Pada permukaan laut. Di sana saya bisa melihat ombak lautan yang terus bergelora danterus mengulung-gulung tiada henti karena hantaman-hantaman udara. Pemandangan sekeliling pantai dan burung-burung di udara yang beterbangan.
Di dalam air laut. Disana yang saya lihat berbagai jenis ikan, besar maupun kecil. Mereka melayang-layang karena berenang terbawa arus atau berenang atas usahanya sendiri. Di dalam air laut itu bahkan ada juga sampah-sampah yang tak lazim.
Dasar laut. Di dasar laut itu, saya di siguhi tontonan berbagai batu-batuan dan macam-macam biota laut lain yang tinggal di dasarnya.
Tampak di dasar laut itu lebih tenang dan tampak lebih gelap karena sedikit sekali sinar matahari yang masuk. Dari melihat ketiga tontonan tersebut, lama-kelamaan saya semakin diserupakan dengan tontonan-tontonan tersebut. Ketiga tontonan tersebut mengingatkan akan tiga daya yang saya miliki. Tiga daya itu adalah; pikiran, perasaan, dan hati. Antara pemandangan laut dan tiga daya yang saya miliki di dalam diri saya ini, membantu diriku untuk lebih menyadari akan peran-peran dalam ketiga daya tersebut. Permukaan laut tersebut berhubungan dengan daya pikiran yang saya miliki,
di dalam air laut berhubungan dengan daya perasaan, dan di dasar laut itu sendiri berhubungan dengan hati. Mengapa dan bagaimana saya dapat merasakan hubungan pemandangan laut dengan ke tiga daya yang saya miliki.
Permukaan laut saya hubungkan dengan pikiran karena oleh suatu keadaan yang mirip dan bisa dikatakan memilki kesamaan kondisi. Bagaimana hal ini bisa saya katakan begitu? Jawabannya adalah sebagai berikut; Permukaan laut tentu yang ada adalah suatu pemandangan alam permukaan, disana ada hembusan angin, burung-burung beterbangan, dan gelora ombak yang menggulung-gulung. Secara khusus saya mengarah pada angin itu sendiri. Angin itu seperti pikiran kita sendiri yang hembusannya tanpa di duga-duga muncul dan pergi, kalau saya amati tidak jauh berbeda dengan pikiran, pkiranpun kemunculannya juga tanpa diduga-duga.
Di dalam air laut saya hubungkan dengan perasaan karena oleh suatu keadaan yang mirip dengan situasinya. Bagaimana hal ini terjadi? Saya mendapat jawabannya pada mana di dalam perasaan itu sendiri, ketika seseorang terbawa arus perasaannya, munculah suatu ungkapan-ungkapan; sedih, senang, BT, dll. Ini menggambarkan juga bahwa arus di dalam air laut itu membawa jenis ikan yang beragam dan menarik.
Dasar laut saya hubungkan dengan hati, karena pada dasar laut keadaannya gelap dan tidak mudah seseorang yang menyelam kedalamnya dapat mencapai pada dasar laut itu tanpa latihan-latihan tertentu. Begitu juga pada hati. Pada hati juga sulit bagi seseorang untuk dapat mencapai pada dasar. Begitu banyak latihan untuk dapat seseorang berada pada dasar hati.
Ketiga hal yang dapat saya petik dari menghubungkan karakter alam dalam diri saya tersebut, membuat saya sadar akan sesuatu. Saya sadar bahwa saya dalam hidup ini perlu banyak berlatih untuk sampai ada dasar hati. Saya sadar bahwa pada tingkat pikiran dan perasaan tersebut hanyalah taraf diri saya yang masih dipenuhi gejolak-gejolak yang seringkali mengacaukan diri saya. Berbeda jika saya berada pada dasar hati. Saya akan dapat menemukan keheningan dan ketenang. Semua pikiran dan perasaan menjadi suatu pemandangan yang menarik dan memberikan suatu keputusan yang tepat bagi saya untuk menemukan suatu hal yag tepat dalam hidup saya. Yang menjadi pertanyaan bagi saya terhadap siapa saja, Apakah ketiga daya dalam diri kita ini sngguh kita berdayakan dan seimbangkan ataukah kita dalam melatih diri ini hanya pada daya-daya tertentu saja?