Senin, 06 Pebruari 2012  - 6 User Online  




Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Blog milik Der Wahyu
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC


12.08.2009 00:03:31 787x dibaca
REMAJA LAHAN SUBUR UNTUK MENYEMAI BENIH KASIH DAN DAMAI
Oleh Br. Zeca Menezes FIC

Berbicara mengenai kiprah remaja memang tak akan pernah ada habisnya. Banyak kalangan menilai bahwa remaja merupakan harapan bangsa, gereja, masyarakat dan keluarga. Namun orang menjadi bingung bagaimana menghadapi remaja dan apa yang dapat dibuat untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan remaja. Pada kesempatan ini penulis ingin membagikan, suka dan duka dalam mendampingi remaja.
Organisasi pendampingan iman remaja(PIR) yang penulis dampingi beberapa bulan yang lalu di Stasi Santo Antonius Widodaran Paroki Santo Yusup Ngawi mendapat dukungan baik dari orang tua anak maupun warga paroki. Namun juga ada penolakan yang terungkap lewat penilaian miring dan memojokkan. Lalu apakah saya harus mundur. Kalau demikian dimana letak kepercayaan besar Tuhan dalam diriku? Wajarlah bila pertanyaan dan pikiran semacam ini muncul dalam diriku. Sebagai manusia tentu tidak luput dari kelemahan dan kekurangan. Tetapi bukan berarti saya harus tenggelam terus dalam kelemahan itu, karena itu saya berusaha dan tetap yakin, Tuhan tidak meninggalkan saya berjuang sendiri. Penilaian miring saya jadikan sebagai cambuk untuk terus berpacu dan membuktikan bahwa saya tidak mencari keuntungan diri. Yesus dan murid-murid-Nya pun tak luput dari penolakan. Mengapa ini terjadi? Tentu hati manusialah yang dapat menjelaskan semua pertanyaan di atas. Apakah manusia mau menerima kabar keselamatan dari Allah atau tidak? Hanya orang-orang yang mau berubah saja yang dapat melihat sesuatu yang terjadi dari sisi positif.


Menabur Benih Kasih dan Damai
Kasih dan damai adalah benih unggul yang dapat menciptakan suasana baru dalam hidup manusia. Benih akan tumbuh dan berkembang di tanah yang subur dan memiliki kandungan air yang cukup. Tetapi bagaimana proses pemasukannya membutuhkan perencanaan serta stratagi yang baik. Sebab tidak semua remaja mau dan mampu menerima hal-hal yang baru. Dalam pendampingan yang saya terapkan selalu disesuaikan dengan situasi remaja. Apalagi mereka datang dari berbagai latar belakang budaya, keluarga dan masyarakat yang berbeda.
Apa yang dapat saya buat dan berikan agar nilai kasih dan damai meresap dalam hati serta budi remaja? Dengan menimbang semangat pendaping remaja yang pernah di terima sebagai pembentukan hidup di asrama Tanjung- Kalimantan Barat. Maka saya mencoba menularkan semangat ini kepada remaja. Nilai kasih dan damai yang dapat dikembangkan adalah mengajak remaja untuk mengenal diri, sesama dan Tuhannya. Secara nyata dijelaskan lewat permainan, kuis dan kitab Suci yang menjelaskan makna hidup beriman sebagai remaja. Remaja mendapatkan kehadiran orang lain dalam hidupnya. Siapa orang lain? Tidak lain adalah orang tua yang mau memahami, pendampingan dan mendidik mereka. Jadi orang tua dan pendamping bukan hanya mendampingi saja tetapi menjadi teman dalam suka dan duka.

Manfaat Pendampingan Bagiku
Sebagai seorang bruder FIC, penulis banyak belajar tentang arti kehidupan ketika bersama remaja mencari dan menemukan diri. Dalam proses pendampingan, pendamping dan yang didampingi diharapkan belajar dan berjuang mencari kesempurnaan. Dalam proses pendampingan, semangat hidup, kecerian mereka dapat mengobarkan semangat baru dalam hidup pendamping. Sekaligus menjadi tantangan bagaimana menjadi pendamping dan sahabat yang dapat diteladani, terutama dalam penghayatan hidup sebagai penerus kasih dan damai Kristus. Dalam hal ini dalam menjalin relasi dengan Tuhan juga menjadi prioritas dalam hidupku. Sebab dalam pendampingan, remaja pun diajarkan untuk meletakan dasar iman dalam dirinya, dengan menanamkan semangat doa, sebagai relasi yang mendalam dengan sang pencipta. Juga apa yang dihidupi penulis di komunitas seperti komunikasi, persaudaraan dan kerjasama, diterapkan juga kepada remaja yan didampingi. Dengan demikian proses pembatinan nilai-nilai hidup, pencarian jati diri dapat berjalan ke arah yang lebih baik. Saya yakin dalam segala usaha atau pelayanan, kita semua pasti berhadapan dengan tantangan. Tantangan adalah cermin bagi diri untuk melihat motivasi dasar saya hidup sebagai manusia. Hadapilah segalanya dengan terang iman, pastilah akan menemukan pencerahan dan semangat baru dalam menampaki peziarahan hidup sebagai bruder FIC, sebagai pewaris kasih kristus. Kasih dan damai akan bertumbuh serta berkembang bila saya pertama-tama menghayatinya dalam hidup harian bersama sesama komunitas, orang-orang yang dilayani serta mereka yang kita jumpai di sekitar kita. Remaja dan tantangannya bagian dari pelebaran sayap perutusan agar lebih mengaktualkan visi dan misi tarekat dalam hidup serta pelayan kita.****




KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 2 ms