Tanggal 21 November 2009, sebagai hari pembukaan Tahun Yubileum Kelahiran Mgr. Rutten dan Br. Bernardus, 170 Tahun Hari Jadi FIC, dan 90 Tahun FIC masuk Indonesia. Semua komunitas telah membuka tahun Yubileum ini dengan doa bersama. Ada yang menyelenggarakan Misa pada hari Jumat Sore, 20 November, ada yang 21 November sore. Ada pula yang Misa tanggal 21 November pagi. Masing-masing komunitas mempunyai alasannya sendiri untuk menentukan waktu doa bersama membuka Tahun Yubileum. Misalnya ada komunitas yang memberi alasan hari Sabtu sore sulit mendapatkan Romo untuk Misa. Para Romo misa di paroki. Panitia Yubileum Indonesia telah menyediakan teks Perayaan Ekaristi Pembukaan Yubileum. DP telah menyiapkan terjemahan Surat Gembala dari Pemimpin Umum. Para bruder umumnya menggunakan teks perayaan ekaristi yang telah disediakan oleh panitia. Waktu homili umumnya dibacakan Surat Gembala dari Pemimpin Umum.
Komuntias Tumbang Titi: Membuka tahun Yubileum dengan ibadat bersama yang dipimpin oleh Br. Kristoforus Sangsung. Mereka yang hadir para suster OSA dan warga asrama putra dan putri. Ibadat bersama, 21 November, dimulai pukul 17.30 dan setelah selesai ada acara makan bersama.
Komunitas Sukaraja: Dalam Perayaan Ekaristi pembukaan tahun Yubileum diadakan di ruang doa Komunitas Belitang, BK 9, dipimpin oleh Rm. F.X. Hardjoatmodjo Pr. Mulai pukul 15.00 sampai pukul 16.30, dilanjutkan dengan makan bersama dengan nasi kotak dengan lauk bacem bebek. Sederhana namun nikmat. Di tengah Perayaan Ekaristi, turun hujan lebat. Surat gembala dari Pemimpin Umum dibaca sendiri-sendiri. Waktu kotbah diisi nasihat dari Romo yang telah berusia lanjut dan mengakar lama di Belitang. Ia mengatakan bahwa kehadiran FIC sungguh bermakna bagi gereja, namun tetap harus memasyarakat. Hidup miskin bukan berarti tidak punya apa-apa, tetapi kepunyaannya untuk kemuliaan Tuhan dan melayani sesama. Wadat tidak hanya dimaknai secara lahir tetapi juga batin, semakin total berkarya dan berdoa. Ketaatan jelas bahwa para bruder dan frater mau diutus ke Sumatera, yang penuh tantangan seperti Br. Thomas yang sudah 2 kali diutus ke Sumatera, walau sudah berumur, selorohnya. Perlu ditambah lagi, Sumatera adalah lahan panggilan. Perayaan Ekaristi itu dihadiri oleh seluruh bruder dan 2 frater yang sedang stage, 2 Suster FSGM, 6 Suster FCh, guru-guru PL, beberapa guru SMA Xaverius V, anak-anak asrama dan umat yang terlibat dalam karya para bruder. Selain agenda Yubileum, komunitas mengagendakan selama satu tahun memelihara aneka burung yang nanti dilepaskan kembali pada tanggal 21 November 2010 di Sukaraja.
Komunitas Solo,Klaten,Wedi dan Giriwoyo:Pada tanggal 20 November 2009, komunitas gabungan antara komunitas Surakarta,Giriwoyo Klaten dan Wedi, mengadakan pembukaan tahun Yubelium. Yang hadir dari komunitas Surakarta adalah Br. Heru Nugroho, Br. Dwiyatno dan Br. Istiyanto. Klaten Br. Savio, Br. Marjito, Br. Leo, Br. Andre dan Br. Widy. Dari Wedi Br. Hariyono, Br. Markus, Br. Darman dan Br. Stepanus. Dari Giriwoyo semua bruder komunitas, Br. Budi, Br. Agung dan Br. Wakidi. Dalam pembukaan tahun Yubelium ini diawali dengan ekaristi bersama di kapel bruderan Giriwoyo yang dipimpin oleh Rm. Puspo Dianto SJ. Dalam ekaristi itu sebagai pengganti homili dari romo dibacakan surat gembala dari Pimpinan umum FIC Br. Martinus Handoko. surat gembala itu dibacakan oleh Br. Budi Rebo. Dalam Ekaristi itu semua bruder memakai jubah sehingga menarik. Kemudian dalam pengumuman diberikan oleh Br. Dwiyatno, beliau memberikan pengumuman berkaitan dengan kegiatan-kegiatan kogregasi.Perayaan Ekaristi berakhir sekitar jam 19.00. Kemudian dilanjutkan foto bersama di kapel dan sebagai ungkapan persaudaraan yang sejati dilanjutkan makan malam bersama. Perayaan Yubelium ini sangat sederhana karena yang merayakan hanya para bruder sendiri dan tidak mengundang suster maupun tetangga dekat, dan sebelum Ekaristi pembukan tahun disambut dengan mati lampu ketika kami dari komunitas-komunitas surakarta, klaten dan wedi datang ke komunitas Giriwoyo.
Komunitas Sorong: Perayaan Ekaristi Komunitas Sorong dipimpin oleh Rm. Stephanus Istoto Raharjo Pr. Komunitas tidak mengundang tetangga karena mau lebih mendalami. Komunitas akan mengundang tetangga untuk doa bersama pada tanggal 8 Desember.
Komunitas Ketapang. Perayan Ekaristi pukul 18.00 dipimpin oleh Rm. Romio CP. Hadir dalam Misa itu para suster OSA, PIJ, dan beberapa romo dari paroki dan seminari. Setelah selesai Misa ada makan bersama.
Komunitas Salatiga dan Ambarawa. Jumat, 20 November, pukul 17.00 - 18.30 ziarah dan doa bersama di makam para Bruder FIC di Kerkop Ambarawa. Diawali pengantar maksud doa bersama oleh Br. Agustinus Sudarmadi selaku Pemimpin Komunitas Ambarawa. Kemudian Br. Berchmans dan Br. Tarcisius menjelaskan bruder-bruder yang telah dipanggil Tuhan kepada para bruder yang tidak mengenalnya. Misalnya Br. Antherus, Superior Misi pertama di Indonesia, dan lain-lain. Doa dipandu oleh Br. Galih dan diakhiri dengan tabur bunga bersama. Sabtu, 21 November pukul 17.00, Perayaan Ekaristi pembukaan Tahun Yubileum dipersembahakan oleh Romo Petrus Yuwono H. Prasetyo MSF, Pastor Paroki St. Paulus Miki Salatiga. Beliau alumni SMA PL St. Josef Solo. Dalam pengantarnya, Rm. Juwono menjelaskan bahwa beliau dididik para Bruder FIC, untuk itu beliau berterimakasih. Dia terkesan akan cara-cara Bruder FIC mengembangkan dan memperhatikan panggilan imamatnya yang sudah tumbuh sejak lulus SMP.
Komunitas Semarang: Perayaan Ekaristi Pembukaan Yubileum diselenggarakan di Kapel komunitas Candi, Semarang. Misa yang dimulai pukul 16.30 itu dipimpin oleh Rm. Petrus Santosa Pancaprasetya MSF, Sekretaris Keuskupan Agung Semarang. Dihadiri oleh para bruder dari Komunitas Randusari, Wisma Bernardus, Candi, beberapa suster tamu. Waktu homili dibacakan Surat Gembala dari Pemimpin Umum oleh Br. F.X. Djija Atmadja sebagai Pemimpin Komunitas Candi. Selesai Perayaan Ekaristi diadakan makan bersama dengan diawali pemotongan tumpeng ulang tahun Kongregasi oleh Br. Frans Sugi, Pemimpin Komunitas Randusari. Potongan tumpeng diserahkan kepada Br. Provinsial.
Komunitas Jakarta: Bruderan Kembangan berinisiatif mengundang bruderan lain dengan undangan resmi tertanggal 10 November. Hadir para bruder dari Komunitas Haji Nawi, Deltamas, dan Kampung Sawah. Tanggal 21 November itu Misa dimulai pukul 16.30. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Gilbert Keirsbilck CICM.
Komunitas Sedayu: Pembukaan Tahun Yubileum diadakan di komunitas sendiri dengan selebrasi yang dipimpin oleh pimpinan komunitas, Br. Yohanes Warisa. Setelah pembacaan surat gembala dari Pemimpin Umum dilanjutkan dengan sharing menanggapi surat tersebut.
Komunitas Yogyakarta, Misa Sabtu pagi, pukul 05.30, dipimpin oleh Rm. Bernardinus Saryanto Wiryaputra, Delegatus Administrator Yogyakarta. Surat Gembala dipakai untuk renungan pribadi.
Komunitas Muntilan dan Boro. Perayaan diadakan di Kapel Bruderan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. FX. Widoyoko SJ. Hadir para bruder dari Komunitas Muntilan, Boro. Para frater novis dan postulan mempersembahkan suara mereka yang terbaik dalam kelompok koornya. Setelah bacaan Injil langsung dibacakan surat gembala dari pemimpin umum oleh Br. Ignatius Dalimin sebagai pimpinan komunitas. Sebelum berkat penutup Romo Widoyoko berpesan agar para bruder dan frater memanfaatkan waktu yang penuh rahmat ini sebaik mungkin.