Rekoleksi para bruder lansia dimulai tanggal 23 Desember, pukul 18.00 di Rumah Khalwat Roncalli Salatiga. Hadir dalam Rekoleksi yang diselenggarakan oleh Tim Kemitraan Bruder Medior Senior (TKBMS) itu ada 24 bruder. Seluruh acara dipandu oleh Br. Michael Sidharta Susila.
Dalam pengantarnya Ketua TKBMS, Br. Frans Sugi mengatakan bahwa masa tua adalah masa penuh rahmat. Dengan sumber buku karangan Rm. Paul Suparno SJ, Br. Frans mengajak para bruder dalam rekoleksi ini untuk mensyukuri usia lanjut. Kita bersyukur mempunyai bakat, kemampuan, teman, dsb. Tetapi kita terutama mensyukuri panggilan untuk mengikuti Yesus sebagai Bruder sampai saat ini. Kita punya Kongregasi FIC. Kita perlu berefleksi menemukan rasa syukur yang mendalam yang pada akhirnya menjadi orang yang “sumeleh”, seperti Simeon (lih.Luk 2:25-32).
Kita mensyukuri rahmat Tuhan, kita boleh menjadi sarana Tuhan. Boleh mengenalkan kasih Tuhan kepada orang lain, lewat pengutusan kita. Masa tua masa untuk menyerahkan karya kepada generasi muda. Syukur sudah ada generasi yang meneruskannya. Sudah ada yang melanjutkan apa yang sudah dirintis. Seperti Yohanes Pemandi membiarkan Yesus menjadi lebih besar ( lih. Mat 3:13-15).
Masa tua sebagai saksi akan panggilan Tuhan. Kita bersyukur Allah setia memanggil kita sehingga kita setia sampai sekarang ini. Kalau kita hidup dengan gembira penuh syukur, kita dapat sebagai tanda kegembiraan bagi komunitas. Hal ini penting, karena membuat yang muda menjadi mantap karena menyaksikan kegembiraan para bruder sepuh hidup bahagia.
Acara dalam Rekolesi ini sangat fleksibel dan dibuat santai sebagai liburan Natal. Ada selingan tip-tip untuk menjaga hidup supaya tetap sehat dan bahagia. Antara lain diputarkan potongan-potongan film yang menjelaskan bahwa orang yang hidup gembira dan tertawa itu selalu memproduksi hormon-horman yang membuat orang menjadi sehat dan kuat. Potongan film Ibu Teresa dari Calcutta mengajak kita untuk keluar dari zona nyaman untuk berbuat sesuatu yang baru dan lebih bermakna. Masih banyak potongan film lain yang menarik. Semua itu untuk memancing refleksi melihat kembali kalau ada sesuatu yang masih dirindukan, atau sudah merasa cukup, dan akhirnya menerima kenyataan dan mensyukurinya.
Sebelum merayakan malam Natal dengan Ekaristi, ada kesempatan untuk menerima Sakramen Rekonsiliasi. Setelah Perayaan Ekaristi juga ada kesempatan menerim Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Maka perayaan Natal kali ini sungguh istimewa, para bruder menerima tiga sakramen. Kecuali merayakan Natal secara rohani, para bruder juga mengadakan rekreasi bersama. Pada hari Natal pagi, setelah doa pagi bersama dan sarapan, para bruder mengadakan jalan-jalan bersama di sekitar Salatiga. Arah perjalanan sesuai dengan selera kelompok. Maka ada kelompok yang diantar keliling ke Kopeng, Ketep, Selo, Boyolali. Ada kelompok yang ke Pertapaan Gedono. Kelompok yang lain lagi, melihat agro wisata. Pokoknya kemana saja para bruder menginginkan akan diantarnya. Yang penting pukul 11.30 mereka harus sudah di Roncalli lagi untuk rekreasi bersama dan makan siang sebagai penutup.
Dalam kesempatan duduk minum-minum dan ada pembagian kado kecil-kecil di ruang rekreasi Roncalli, Br. Anton Karyadi sebagai Provinsial memberikan kata-kata peneguhan. Antara lain dikatakan bahwa kita bersyukur, kita bisa berkumpul bersama sebagai senior. Tujuan utama dari Rekoleksi ini adalah agar para bruder bahagia lahir dan batin. Agar kebahagiaan ini lebih mendalam, maka para bruder diajak untuk mengingat kembali betapa besar pemberian diri para Bruder kepada Kongrerasi, Gereja, dan Masyarakat. Kehadiran para bruder apa pun bentuknya telah menjadi batu-batu bangunan kongregasi, dan kongregasi itu sekarang masih berdiri kokoh. Maka kesempatan ini juga sebagai salah satu cara atau bentuk generasi penerus mengakui, menghormati, memuliakan batu-batu bangunan itu.
Karena inti Rekoleksi ini bersyukur dan membahagiakan para senior, maka para senior ini tidak harus hadir dalam rekoleksi ini walaupun mendapat undangan. Maka mereka itu hadir karena kasih dan kesetiaannya yang tulus demi kebahagiaan bersama. Karena peserta merasakan rekoleksi ini penuh makna dan arti maka tahun depan juga akan diadakan lagi.