Sabtu, 19 Mei 2012  - 10 User Online  




Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Brother FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC
Facebook FIC


19.10.2010 21:08:42 696x dibaca
MALAWI - CHILE
Oleh Br.Martinus Dario - Misionaris di Malawi

Pesawat SA 226, Boeing Airbus A 340-300 berkapasitas 253 penumpang meninggalkan bandara udara Oliver Tambo hari Minggu 3 Oktober 2010, jam 09.50 waktu setempat dan mendarat di Buenos Aires pada hari yang sama jam 16.15 waktu setempat. Perjalanan di atas lautan Atlantik Selatan memerlukan 11 jam 30 menit , menempuh jarak 8 121 km.


Dari semua penumpang hanya tiga orang yang melanjutkan perjalanan ke Santiago, seorang ibu dari South Africa dan seorang ibu dari Cuba. Transito!!, transito!!! Kata seorang petugas muda. Dia bisa berbahasa Inggris.
Dalam pemeriksaan paspor dia bertanya tentang visa saya. Saya bilang bahwa orang Indonesia ke Chile tidak memerlukan visa dan saya tunjukkan surat keterangan tersebut. Saya tunjukkan dua surat. Pertama surat dari kantor notaries di Talca yang dikirim ke Malawi oleh Bruder provincial Chile. Surat kedua saya dapat dari internet, menyatakan dengan jelas bahwa Orang Indonesia, tinggal di Malawi, mau ke Chile tidak memerlukan visa. Dia bertanya “Why?, why? Why no visa?”. Dia lantas ngecek dari internet. Setelah sepuluh menit dia bilang,
“You are right, you need not visa”.

Waktu saya checking ke LAN, perusahaan penerbangan Chile, seorang petugas sudah siap dengan “boarding pass”. Wah ini yang namanya “tertib” , “teratur”, “terencana”. Seingat saya, baru pertama kali saya mau booking dan boarding sudah siap sebelum mendaftar.!!!

Dalam penantian kami omong-omog dengan penumpang dari Brazil, dan seoarang muda yang duduk disamping saya lantas ikut ngomong. Dia orang Chile tetapi bisa berbahasa Inggris lancer. Dia bekerja di perusaan penerbangan LAN dan memegang jabatan penting di kantor. Dia sangat ramah dan bilang bahwa dia mau ke Mozambique dan Malawi. Mengapa ke Malawi? Dia bilang bahwa menurut buku yang dia baca, orang Malawi itu sangat ramah tamah. Dia juga memperingatkan saya agar saya tidak membawa buah apel ke Santiago. Bawaan buah apel sangat dilarang dan kalau ketahuan, dendanya cukup tinggi. Dia bilang itu sebab dia melihat saya makan apel. Mr. Jaime Gonzalez Solari itu sangat ramah tamah dan dia mengundang saya untuk berkunjung ke rumahnya di Santiago. Dia berikan kartu alamat, lengkap dengan nomor telepon dan email.

Melihat nama “Solari”, saya bertanya apakah dia keturunan orang Italia, dia menjawab “Ya”, karena itu dia membaca buku “Musolini” dan buku tersebut ditunjukkan pada saya. Sebagai orang LAN, dia bilang bahwa dia akan naik bila semuanya sudah beres. Jam 20.10 meninggalkan Buenos Aires dan tiba di Santiago jam 18.50 dasn tiba di Santiago hari Minggu sore jam 20.10 (atau Senin pagi jam 03 waktu Afrika. Pemeriksaan di kantor immigrasi sangat lancer dan dengan mudah bisa keluar bandara, di jemput oleh Bruder Diego Izquierdo dan Bruder Eko Wijayanto. Saya adalah orang pertama tiba di Chile disusul oleh kedatangan rombongan Bruder Martin Handoko hari Senin pagi, rombongan Bruder Guido Sukarman hari Selasa. Bruder Anton Karyadi datang paling akhir pada hari Rabu 6 Oktober 2010.




1 KOMENTAR
07.12.2010 15:55:03
Apa kabar pak guru saya di kelas 6 SD Usaba Ketapang (Kalbar), 1971?
COSMAS CHRISTANMAS  http://www.chitrah.com

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 2 ms