Sabtu, 19 Mei 2012  - 13 User Online  




Promosi Panggilan FIC
Majalah Komunikasi FIC
Blog milik Der Wahyu
Blog milik Der Wahyu
YPL Jakarta
Brother FIC
Yayasan Pangudi Luhur Pusat
Bruder Muda FIC
Facebook FIC


10.12.2010 11:32:30 810x dibaca
SENYUM KESABARAN DALAM PELAYANAN
Oleh Sr. M. Patrice, OSF

Saya memiliki pengalaman berkesan mengenal dan bersama bruder dari konggregasi FIC ketika saya menjadi siswi SPG Virgo Vedelis Ambarawa tahun 1981-1983. Saat itu saya aktif mengikuti Legio Maria. Saya mengenal pembimbing rohani Bruder Vitus FIC. Saya mengenal Bruder Vitus FIC (almarhum) karena sering mengadakan sidang Legio Maria beliau selalu hadir di asrama putri Firgo Fidelis Ambarawa waktu itu. Rapat kuria bertempat di bruderan FIC Ambarawa. Bruder yang satu ini dikenal sabar dan tegas, “murah senyum dan lucu”, humoris. Juga anak-anak asrama Pangudi Luhur di Ambarawa, Bruder dikenal sebagai sosok yang dekat dengan anak-anak.


Setelah lulus dari SPG, saya mengikuti reuni dan bertemu dengan Br. Vitus. Saat itu bruder dikelilingi anak-anak yang dulu terkenal dengan sebutan anak bandel. Bruder Vitus dengan ciri khasnya membawa tongkat (maaf karena untuk membantu menopang saat berjalan) bersenda gurau bersama anak-anak. Keakraban dan kedekatan dengan anak-anak membawa kesan mendalam dalam diri saya. Selang beberapa waktu saya ketemu lagi dengan bruder Vitus FIC ketika saya yunior saya ditempatkan di TK Virgo Maria Bawen, Ambarawa. Saya sering berjumpa dengan bruder dan sharing tentang panggilan. Tidak hanya itu , ketika saya ditempatkan di TK Virgo Bawen, bruder Vitus sering bertandang mengunjungi anak-anak TK Virgo Maria, Bawen dengan naik bis ESTO bis tua jurusan Ambarawa – Salatiga. Meskipun harus naik bis, Bruder Vitus bersemangat dalam mengunjungi sekolah dengan membawakan kartu-kartu natal dan paskah dengan gambar beraneka ragam dan dibagikan pada anak-anak TK Virgo. Mengenal Bruder Vitus FIC memberikan cerminan bagi saya bahwa bruder FIC memiliki kesabaran, kegembiraan dan kekuatan dalam pelayanan.

Seiring dengan perjalanan waktu saya juga mengenal bruder FIC yang lain. Pada saat kursus KPR (Kursus Pembimbimbing Rohani) di Roncali Salatiga saya mengenal Bruder Redemptus FIC. Bruder yang pernah menjadi provincial FIC. Bruder Redemptus senang menanam tanaman. Senyum, kesabaran, ketekunan dan semangat sederhana tercermin dalam diri Bruder Redemptus. Dalam kesempatan sharing dan mengenal secara dekat ketika kursus KPR di Roncalli Salatiga, saya mengenal keteguhan iman Bruder Redemptus. Saat-saat sharing pun saya banyak menimba pengalaman iman dari Bruder Redemptus.
Mengenal dan bekerjasama dengan bruder-bruder FIC secara kebetulan saya mengalami ketika bertugas di TK Virgo Maria Bawen, saya tinggal di Komunitas OSF Ambarawa berdekatan dengan biara FIC Ambarawa, ketika rapat Dewan Paroki Ambarawa sering berjumpa dan bekerjasama dengan bruder-bruder FIC.

Ketika saya bertugas di SD Marsudirini Jalan Pemuda Semarang pun saya kenal dengan bruder-bruder yang berkarya di sekolah Pangudi Luhur, satu paroki di Paroki Katedral Semarang. Sekarang saya bertugas di Komunitas OSF Senopati dan di SD Marsudirini Yogyakarta, juga berdekatan dengan Biara FIC Yogyakarta juga berdekatan dengan sekolah Pangudi Luhur. Kami bekerjasama dalam satu paroki Kidulloji Yogyakarta.
Tidak heran banyak komentar dimana ada Kongregasi FIC, ada juga hadir berdekatan Kongregasi OSF. Dimana ada sekolah Pangudi Luhur, juga bersebelahan dengan sekolah Marsudirini. Hal ini sangat diwarnai juga dengan sejarah waktu masih ada SPG Van Lith, juga sekolah Mendut. Tak heran alumni Van Lith berkeluarga dengan alumni Mendut. Dalam refleksi saya, kerjasama, kebersamaan dan komunikasi dalam hal pekerjaan, kegiatan rohani dan kebersamaan bersama bruder FIC membuat saya semakin mengenal bruder-bruder FIC sebagai saudara dalam peziarahan dan pelayanan menyiapkan anak-anak pewaris kerajaan Allah. Suka duka bersama juga terasa menjadi bagian persahabatan saya dengan bruder-bruder di sekolah-sekolah PL. Suka ketika anak-anak sekolah Marsudirini dan PL mampu menorehkan prestasi yang baik. Duka ketika harus menghadapi serangkaian persoalan-persoalan pendidikan dan kebijakan yang menghimpit pendidikan Katolik.

Akhirnya dalam permenungan saya tentang kebersamaan dan pengenalan pada bruder FIC membuat saya memberikan catatan ini:
1. Bruder FIC memiliki self confidence ( kepercayaan diri yang tinggi ) dalam pelayanan dan panggilannya. Cerminan dari sikap ini nampak dari kesediaannya untuk menampakkan kesederhanaan, menebar senyum dan memiliki semangat melayani dengan baik.


2. Memiliki semangat “magis” semangat lebih dalam hal pelayanan dan bergerak maju menjadi lebih baik dan terus menerus memperbaharui diri.


3. Bersikap moderat (tidak konvensional atau “kolot”) ketika harus menyesuaikan jaman atau menyikapi persoalan yang ada yang melingkupi. Sekolah-sekolah PL banyak dikembangkan dengan pendidikan yang berbasis teknologi. Bruder-bruder FIC saat ini pun saya yakin mengembangkan cara berpikir mengikuti kondisi jaman saat ini tanpa meninggalkan prinsip kesetiaan dan ketaatan mengikuti panggilan.


Apabila boleh berharap dalam kebersamaan pelayanan, bruder-bruder FIC bersama dengan suster-suster dan rama – rama harus tetap menebarkan jala panggilan meskipun harus mengayuh sampan ke tempat-tempat yang dalam. Sebagai pendidik generasi muda bruder-bruder FIC harus tetap memiliki komitmen membangun karakter anak-anak muda dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Semoga bruder-bruder FIC menjadi tangan Tuhan menerima dan mengembangkan anak-anak yang datang kepadaNya melalui tangan-tangan FIC.

Sr. M. Patrice, OSF  ( tinggal di komunitas OSF Kidul Lodji Yogyakarta)




1 KOMENTAR
19.11.2011 22:59:54
Artikel yang sangay mearik untuk direnungi, terima kasih
LESPRIVAT-GP  http://www.lesprivat-gp.com/

NAMA
EMAIL
*tidak ditampilkan
HOMEPAGE
KOMENTAR
KODE VERIFIKASI kode
 
BruderFIC.or.id © 2002-2008   
http://bruderfic.or.id/   ^:^ : 1 ms