SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA KONGREGASI FIC Di kota Maastricht, tempat lahir Ludovicus Rutten, anak-anak telantarkan. Mereka berkeliaran di jalan-jalan, berbuat apa saja menurut kehendaknya dan tidak seorang pun berkata sesuatu. Mereka juga kekurangan makanan dan pakaian. Pergaulan mereka dengan yang sudah agak besar menimbulkan kelakuan-kelakuan yang tidak baik. Mereka tanpa pengasuh, tanpa pembimbing, dan tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tua mereka. Keadaan demikian menjadi perhatian Rutten. Rutten terpanggil untuk berkarya di antara anak-anak dan kaum muda itu dengan memberikan kepada mereka yang paling mereka butuhkan. Lahirnya Kongregasi FIC Yang berikut ialah Hoecken dari Tilburg. Hoecken juga mengikuti postulatnya para Bruder Karitas di St. Truiden. Setelah 9 bulan menjalani postulatnya, Hoecken dipanggil kembali ke Maastricht untuk mulai dengan 'Proyek yang besar'.
"Waktu saya mendirikan lembaga-lembaga tersebut, saya melihat Penyelenggaraan Ilahi, dan saya sungguh tidak mencari kemegahan saya sendiri. Saya yakin bahwa manusia sendiri sama sekali tidak berarti , dan bahwa segala hormat dan kemuliaan harus disampaikan kepada Allah. Saya yakin bahwa segala perbuatan baik yang barangkali saya lakukan, semata-mata merupakan karya penyenggaraan Ilahi, di bawah perlindungan Santa Perawan Maria yang dikandung tak bernoda. Saya yakin, dan akan tetap yakin sampai kematian saya, bahwa Maria-lah yang menolong saya dalam segala karya saya." Catatan:
Hidup serta karya mereka diberkati Tuhan. Setiap tahun ada beberapa pemuda yang menggabungkan diri kepada kongregasi FIC. Anggota bertambah, permohonan tenaga Bruder berdatangan dari berbagai keuskupan. Sekolah baru dibuka dan dan rumah baru didirikan. Dan, menjadi kongregasi internasional - hadir, hidup dan melayani Allah dan sesama di empat benua: 3 KOMENTAR
16.04.2009 20:17:25
Saya salah satu dari sekian ribu orang yang telah dididik lewat yayasan Pangudi Luhur, Saya sejak kelas VI SD saya ingin melanjutkan ke SMP Pangudi Luhur di Bayat- Kleten.Kemudian saya melanjutkan ke SPG Van Lith di Muntilan ( sekarang SMAK Van Lith ) Saya sangat senang dalam hal dan kagum dengan para guru dan Bruder - bruder dalam pengabdiannya pada dunia pendidikan dan yang lain. Dari hasil didikan mereka saya merasakan betapa pentingnya disiplin diri, kekeluargaan, percaya diri, mandiri, cinta pada sesama dan berimbas pada cinta pada Tuhan,dan itu semua saya dapatkan dari mereka, Selamat berjuang teruskan karya agungmu hai para bruder - bruder dan karyawan di bawah yayasan Pangudi Luhur. Salam saya buat Br, Petrus, FIC ( dari Bali ) dan buat Br. Yogi, FIC ( dari Wedi Jateng ), tentu masih ingat saya satu angkatan SPG Van Lith th 1977. Saya sekarang jadi guru di SMPK Maria Fatima Jember - Jawa Timur Y.L. WIBOWO,S.PD http://bruderfic.or.id 03.05.2009 00:21:39
nice....nice aq suka web ini.. mau kenal ama admin web FIC aja.... hehehehe bisa tambah kenalan kan lumayan nih. sharing admin Trims bgt HERMAN http://www.kongregasibudimulia.com 18.10.2011 23:45:30
Br Propinsial FIC Yth., mohn kiranya berkenan mengirimkan/email sejarah Bruder FIC di Indonesia. trims. salam. VINCENSIUS SIHOMBING |
Pada tanggal 1 Oktober 1867, Rutten memikirkan kembali karya yang telah dimulainya dan berkembang, kemudian berkata sebagai berikut:
Dengan penuh kepercayaan akan Penyelenggaraan Ilahi serta perlindungan Santa Perawan Maria, para Bruder melakukan tugas serta dengan tertib melaksanakan konstitusi.