Oleh: Sr. Mariane, CB (Komunitas Asrama Putri Van Lith Muntilan)
Suasana yang tenang dan teduh di dalamnya menyiratkan kepribadian pemilik tempat yang memiliki hati penuh dengan ketulusan dalam pelayanan; Itulah Komunitas Bruder FIC Muntilan yang biasa disebut juga dengan Bruder Fratrum Immaculatae Conceptionis. Para Bruder yang berlindung kepada Bunda Maria yang Terkandung Tak Bernoda memiliki keutamaan dalam pelayanan terutama dalam pendampingan orang muda di dunia Pendidikan.
Saya sangat bersyukur boleh mengenal dan ikut ambil bagian dalam karya pelayanan para Bruder terutama di tempat perutusan saya saat ini di SMA dan Asrama Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Karena disinilah generasi muda penerus gereja dan negara dibina dan dididik untuk menjadi pribadi yang memiliki karakter dan kepribadian yang unggul serta memiliki kecerdasan hati seperti yang dimiliki oleh Bunda Maria sebagai ibu yang dengan sosok personalnya mendampingi dan mengajari anak–anak untuk memiliki keutamaan dalam hidup mereka dan semua ini tak lepas dari kehadiran dan peran para Bruder FIC.
Saya sungguh merasakan dan mengalami bahwa kehadiran saya disambut dengan baik sebagai saudara dan keluarga yang datang dari tempat yang jauh. Kehadiran para Bruder memberi kesejukan dan kehangatan seperti orang tua yang menyambut anaknya kembali. Br. Savio, FIC salah satunya yang setiap kali bertemu pasti menanyakan bagaimana kabar saya dan keluarga di rumah dan meski ditanyakan berulang-ulang karena faktor usia, saya merasa senang karena ada seorang yang dalam keheningannya memiliki hati dan perhatian dengan mengingat, memikirkan dan peduli kepada saya dan keluarga yang mungkin malah dalam saat tertentu tidak saya ingat.
Begitu juga jika ada kegiatan kebersamaan atau perayaan Ekaristi di Komunitas Bruderan, kami juga sering diundang. Disinilah saya melihat bagaimana persaudaraan dan kebersamaan para Bruder dan Frater tampak tanpa ada sekat, namun masing–masing tetap saling memberikan rasa hormat satu dengan yang lainnya. Semangat persaudaraan yang diteladankan oleh Maria sungguh dihidupi dan memberikan nuansa kekeluargaan yang begitu hangat.
Penghargaan yang diberikan kepada orang muda tanpa adanya sekat diwujudkan pula dalam pelayanan para Bruder dalam dunia Pendidikan dengan memberikan Pendidikan dan juga pembinaan yang mencerminkan semangat Maria yang tulus, rendah hati, dan memiliki totalitas dalam pelayanan sehingga orang – orang muda ini sungguh tersapa. Selain itu sosok Bruder juga dirasakan sebagai figure seorang ibu sekaligus bapak yang mampu merangkul, menyapa, mengayomi, dan memberikan motivasi kepada anak – anak didik mereka sehingga besar harapan saya semakin banyak orang muda yang mengenal Bruder FIC memiliki hati untuk mau mendengarkan panggilan hati mereka dan mau menanggapinya untuk menjadi seorang Bruder dalam Kongregasi ini.
Saya juga mengalami bahwa kesaksian hidup para Bruder juga diwujudkan dalam mengikuti perayaan Ekaristi dan perjumpaan dengan umat paroki yang memberikan nuansa tersendiri. Demikian pula hidup doa yang selalu dihidupi dan dipupuk dalam doa bersama di komunitas menjadi sumber kekuatan yang selalu menyertai para Bruder dan menjadi bukti bahwa sesibuk apapun mereka melaksanakan karya perutusannya, hidup doa dan relasi dengan Allah selalu menjadi yang utama dan disertai penyerahan sepenuhnya kepada perlindungan Bunda Maria yang Terkandung Tanpa Noda.
Semoga para Bruder selalu diberkati dan panggilan semakin berlimpah, sehingga Allah yang adalah kasih semakin kita wartakan dan nama-Nya selalu dimuliakan. Amin
*Artikel pernah dimuat di Majalah Komunikasi FIC