Tiga hari penuh sukacita, persahabatan, refleksi, dan pengalaman baru mewarnai pelaksanaan Temu Sobat FIC 2026 di Rumah Retret dan Rekoleksi Syalom. Kegiatan ini mempertemukan anak-anak muda dari SMA/SMK Pangudi Luhur dalam semangat kebersamaan dengan mengusung tema Together We Grow, Together We Glow. Temu Sobat FIC menjadi ruang bagi para peserta untuk berhenti sejenak dari kesibukan sekolah dan kehidupan sehari-hari. Mereka diajak untuk bertemu dengan teman-teman baru, membangun kerja sama, bermain, berefleksi, serta belajar mengenal diri dan orang lain dengan lebih dekat. Tema Together We Grow, Together We Glow menjadi pesan utama selama kegiatan. Para peserta diajak menyadari bahwa setiap orang sedang berada dalam proses untuk bertumbuh. Pertumbuhan tersebut tidak hanya tentang prestasi di sekolah, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengenal dirinya, mengembangkan potensi, berani menghadapi tantangan, dan mampu menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi orang lain.
Dalam berbagai dinamika kegiatan, para peserta belajar bahwa kebersamaan memiliki kekuatan yang besar. Ketika seseorang mau membuka diri, mendengarkan, membantu, dan berjalan bersama, proses pertumbuhan menjadi lebih bermakna. Dari sinilah semangat persaudaraan yang menjadi salah satu kekuatan dalam kehidupan Bruder FIC diperkenalkan kepada para peserta. Temu Sobat FIC juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat Kongregasi Bruder FIC. Melalui berbagai pengalaman dan perjumpaan, peserta diajak melihat kehidupan para Bruder bukan hanya sebagai sebuah pilihan hidup, tetapi sebagai sebuah panggilan untuk mengikuti Kristus, hidup dalam persaudaraan, dan melayani sesama. Kehidupan seorang Bruder tidak terlepas dari dunia pendidikan, pelayanan, pendampingan kaum muda, kehidupan komunitas, serta berbagai bentuk karya yang menjadi bagian dari perutusan. Di dalamnya terdapat suka dan duka, tantangan dan perjuangan, tetapi juga ada sukacita ketika dapat memberikan diri bagi Tuhan dan sesama. Bagi anak muda, mengenal kehidupan Bruder FIC dapat menjadi kesempatan untuk melihat bahwa masa depan tidak hanya berbicara tentang pekerjaan atau keberhasilan pribadi. Ada pertanyaan yang lebih dalam Untuk apa aku hidup?, Aku ingin memberikan hidupku untuk siapa?, dan Di mana Tuhan memanggilku? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak selalu harus langsung dijawab. Namun, keberanian untuk mulai bertanya merupakan bagian dari perjalanan menemukan panggilan.
Melalui Temu Sobat FIC, para peserta diajak untuk tidak takut terhadap masa depan. Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. Ada yang dipanggil untuk berkeluarga, ada yang dipanggil untuk berkarya secara profesional, dan ada pula yang mungkin dipanggil untuk memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan melalui hidup membiara. Di sinilah panggilan menjadi Bruder FIC diperkenalkan sebagai salah satu kemungkinan perjalanan hidup bagi mereka yang ingin mengikuti Kristus dalam semangat persaudaraan dan pelayanan. Menjadi Bruder FIC bukan berarti meninggalkan dunia dan kaum muda. Justru melalui berbagai karya dan pelayanan, para Bruder hadir bersama masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan dan pendampingan generasi muda. Para Bruder berusaha menjadi sahabat perjalanan bagi anak-anak muda agar mereka mampu mengenal diri, menemukan potensi, bertumbuh dalam iman, dan berani menentukan masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan pesan Together We Grow, Together We Glow. Seorang Bruder juga terus bertumbuh dalam persaudaraan, iman, pelayanan, dan pengolahan diri. Dari proses pertumbuhan tersebut, hidup seorang Bruder diharapkan mampu menjadi cahaya dan berkat bagi orang lain.
Bagi para peserta Temu Sobat FIC 2026, pengalaman selama tiga hari di Syalom diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Persahabatan boleh terus berjalan, pengalaman boleh terus dikenang, tetapi yang paling penting adalah semangat untuk terus bertumbuh dan berani melihat masa depan dengan lebih terbuka. Mungkin di antara sekian banyak peserta, ada yang suatu hari bertanya dalam hati, Jangan-jangan Tuhan memanggil saya untuk menjadi Bruder? Jika pertanyaan itu pernah muncul, tidak perlu takut untuk mencari tahu. Mengenal panggilan tidak berarti harus langsung mengambil keputusan. Panggilan dapat dimulai dari sebuah perjumpaan, sebuah pertanyaan, sebuah doa, atau sebuah keberanian untuk mengenal kehidupan Bruder FIC lebih dekat. Mari bertumbuh bersama. Mari menjadi terang bersama. Dan mari berani menemukan panggilan hidup yang Tuhan siapkan.